STIKES WCH Malang Gelar Seminar Nasional Peran Bidan Dalam Neonatal Disability

Demi peningkatan mutu para lulusan STIKes Widya Cipta Husada Kepanjen Malang menyelenggarakan kegiatan tambahan untuk para mahasiswa yang saat ini masih menempuh studi. Kegiatan ini berupa Seminar Nasional dengan tema ‘Optimizing  The Role of Midwives in Neonatal Disability’. “Dengan seminar ini untuk mengetahui seberapa jauh kasus-kasus di lapangan untuk dijadikan kajian dan pengembangan pengetahuan,” terang Dr. Tayubi Hariyanto, SE, MM. Ketua STIKes Widya Cipta Husada saat membuka acara di gedung An Naira, Sabtu (12/8).

Pria yang akrab disapa Tayubi tersebut menjelaskan, lembaga yang dia pimpin sedang berupaya memperbaiki kualitas baik lulusan maupun sarana dan prasarana. Untuk itu pihaknya mengacu pada Undang-Undang No 12 Tahun 2012 Pasal 52 tentang Penjaminan Mutu. Dimana di situ dibagi dua antara sistem penjaminan mutu internal dan eksternal. “Secara internal ada 117 form yang harus kita penuhi, dan secara eksternal ada 138 form yang harus dipenuhi. Jika itu semua terpenuhi, maka lembaga ini akreditasinya sama dengan A,” paparnya.

Dia juga mengingatkan para peserta yang hadir bahwa untuk menjadi bidan yang dibutuhkan haruslah dipenuhi dengan pengetahuan tambahan. Karena itu, setiap bidan perlu nantinya untuk memiliki SKPI (Sertifikat Pendamping Ijazah). “SKPI wajib bagi diplomas atau vokasi,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan prospek menjadi bidan di Indonesia. Menurutnya, tenaga kesehatan di Indonesia masih dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar secara nasional. Tahun 2014 dibutuhkan sebanyak 100 ribu orang bidan se-nasional dan pada tahun 2019 diperkirakan membutuhkan 357 ribu bidan. Kebutuhan ini sudah menurut estimasi BPSDM (Badan Perencanaan Sumberdaya Manusia) Kementerian Kesehatan. “Untuk dapat bersaing memperoleh kesempatan, bidan harus mengerti teknologi informasi dan memiliki personal skill,” tutur Tayubi.

Namun demian, dia mengatakan untuk tidak terlalu berharap dengan peluang itu. Karena masih ada banyak peluang yang bisa digunakan oleh bidan. Misalnya, selama ini penyuplai alat-alat kebidanan justru bukan dari non bidan. Sehingga kadang alatnya tidak bagus. “Nah bidan bisa juga menjadi suplier alat-alat kebidanan, atau membuka spa bayi atau penitipan bayi,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *