PSBB Malang Raya? Begini Tanggapan Wakil Ketua 1 STIKes Widya Cipta Husada

KEPANJEN—Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Malang Raya telah dimulai sejak 3 hari kemarin (17/5/2020) dan akan berakhir pada 30 Mei mendatang.

Namun, apakah benar PSBB di Malang Raya ini benar-benar efektif dalam penanganan Covid-19?

Yuyud Wahyudi, S.Kep.Ns., MNS, Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Cipta Husada, Kepanjen mengomentari terkait pelaksanaan PSBB di Malang Raya tersebut.

Menurut pria asal Kecamatan Tumpang ini, PSBB yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Malang Raya ini, mungkin, hanya satu dari sekian skenario percobaan dalam menghadapi Covid-19.

Oleh karena uji coba, lanjutnya, PSBB di Malang Raya belum tentu terbukti efektif atau tidak dalam menangani Covid-19. Tapi, yang tampak jelas dengan adanya PSBB ini, masyarakat semakin bingung.

“Apalagi kabar terbaru yang disebar oleh media sosial, tentang salah satu kepada daerah di Malang ini merayakan ulang tahun. Masyarakat semakin bingung dan kemungkinan besarnya masyarakat memiliki inisiatif sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya” terangnya.

Foto: Ilustrasi tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Foto diambil dari m.ayojakarta.com

Lebih lanjut, Yuyud menjelaskan secara teoritis bahwa pemerintah sepertinya akan menerapkan konsep herd immunity. Yaitu, sebuah konsep yang dalam prinsipnya adalah yang kuat akan bertahan hidup, sedangkan yang lemah akan mati.

“Cara ini pernah dicoba dalam penanganan covid-19. Salah satunya di negara Italy. Tapi gagal” jelasnya.

Jika konsep herd immunity diterapkan, terangnya lebih lanjut, maka perlu kesadaran setiap masyarakat untuk beralih ke pola hidup yang lebih sehat. Baik ada anjuran atau tidak ada bantuan atau tidak dari pemerintah, masyarakat harus berubah untuk pola hidup sehat.

Tujuannya? Jelas. Tujuannya adalah untuk menjaga sistem imun tubuh agar tetap optimal, toh meskipun nantinya jika tertular Covid-19, korban tidak akan sampai menimbulkan kematian.

“Jadi, sebenarnya sangat penting untuk menjaga pola hidup sehat. Mau tidak mau. Suka tidak suka, masyarakat harus memiliki pola hidup sehat” tegasnya.

Nah, jika pemerintah sukses dengan penerapan herd immunity ini, dimungkinkan penduduk indonesia akan pada kebal Covid-19. Namun, jika gagal, dimungkinkan akan terjadi kematian dalam jumlah massif.

“Apakah kita siap untuk itu?” tanya Yuyud untuk menekankan pentingnya melakukan tawaran herd immunity tersebut.

Oleh karenanya, peran pemerintah sebenarnya tidak perlu menakut-nakuti masayarakat. Cukup sebenarnya, jika ditingkat lingkungan Rukun Tetangga (RT) melakukan edukasi sederhana untuk warganya tentang cuci tangan, pola hidup sehat, dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

“Syukur-syukur jika ada inisiatif untuk mengadakan lomba lingkungan bersih dan lingkungan sehat terkait Covid-19. Ini menjadi salah satu alternatif yang cukup efektif sebagai salah satu upaya penyadaran masyaraka tentang pola hidup sehat” pungkasnya. [*]

Pewarta: M. Roihan Rikza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *