“PERAN GIZI DALAM PERTUMBUHAN ANAK”

Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari dua hal yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan perubahan tubuh yang dikaitkan dengan bertambahnya ukuran-ukuran tubuh secara fisik dan struktural, baik secara lokal maupun keseluruhan. Pertumbuhan anak mengikuti pola alami/kodrati setiap fase pertumbuhan. Pertumbuhan dapat diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang dan metabolisme.

Usia lima tahun pertama dianggap sebagai masa pertumbuhan kritis bagi setiap anak. Jika tidak ditangani, anak berisiko tidak  mencapai  potensi pertumbuhan optimal,  serta  membawa  efek jangka  panjang pada kesehatan, performa di sekolah, dan di dunia kerjadi masa depan.

Nutrisi atau gizi merupakan faktor mutlak yang diperlukan oleh tubuh dalam proses tumbuh kembang. Kebutuhan nutrisi untuk setiap orang berbeda-beda dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin dan aktifitas. Nutrisi yang dibutuhkan anak usia dini tidak sama dengan orang dewasa.

Nutrisi terbagi atas makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi adalah komponen nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar seperti protein dan karbohidrat, sedangkan mikronutrisi adalah komponen yang hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang kecil, misalnya vitamin dan mineral. Kedua komponen ini sama-sama dibutuhkan oleh anak.

Asupan zat-zat gizi yang lengkap masih terus dibutuhkan anak selama proses tumbuh kembang terus berlanjut. Makanan memegang peran penting dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak. Pola makan yang baik akan mengikuti pola gizi seimbang dengan memenuhi zat-zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga pertumbuhan anak akan berjalan optimal.

Menurut Santoso (2009) ada 5 fungsi zat gizi yaitu sebagai:

  1. Sumber energi dan tenaga, jika fungsi ini terganggu orang akan menjadi kurang geraknya atau kurang giat dan merasa cepat lelah.
  2. Menyokong pertumbuhan badan, yaitu penambahan sel baru pada sel yang sudah ada.
  3. Memelihara jaringan tubuh, mengganti yang rusak atau aus terpakai, yaitu mengganti sel yang nampak jelas pada luka tubuh yaitu terjadinya jaringan penutup luka.
  4. Mengatur metabolisme dan berbagi keseimbangan dalam cairan tubuh (keseimbangan air, asam basa dan mineral).
  5. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit sebagai anti oksidan dan antibodi lainnya.

Menurut penelitian Farhan (2014) bahwa pertumbuhan diusia balita memerlukan makanan bergizi, pola makan bergizi bukan hanya untuk pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan kecerdasannya. Makanan bergizi harus mengandung cukup energi, protein, lemak, karbohidrat, zat gizi mikro dan makro seperti mineral dan vitamin.

Sumber :

Endang, Rini Sukamti. 1994. Pengaruh Gizi Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Jurnal Cakrawala Pendidikan. No: 3, Tahun XIII.

Marimbi, H. 2010. Tumbuh Kembang, Status Gizi dan Imunisasi Dasar pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika

Farhan, M. 2014. Hubungan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang Gizi Seimbang dengan Perilaku Pemenuhan Gizi pada Balita Usia 3-5 Tahun di Desa Banjarsari Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor

Biodata Penulis

Nama                           : Tantrin Nova Sholikha

Tempat, tanggal lahir  : Malang, 17 November 1993

Pendidikan                  : Mahasiswa S1 Gizi

Alamat                        : Desa Sumbermanjing kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Email                           : [email protected]

No. HP                        : 085707631611

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *