Pelatihan ESQ

Pada prinsipnya setiap manusia yang dilahirkan di muka bumi ini memiliki kodrat sebagai pemimpin dengan bermodalkan potensi unik yang telah diberikan oleh yang Tuhan yang Maha Kuasa. Apalagi dengan menyandang status sebagai mahasiswa yang merupakan tonggak utama dalam elemen masyarakat, sebagai pembawa perubahan (agent of change)serta sebagai kekuatan social controlling yang sudah barang tentu memiliki potensi sebagai pemimpin sejati.Melihat realitas yang ada, tidak semua mahasiswa berada dalam lingkungan dan situasi yang kondusif sehingga senantiasa dalam keadaan termotivasi untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang dimilikinya. Sebagian mahasiswa terjebak dalam kondisi dan situasi yang negatif, yang membelenggu dan memenjarakan potensi yang dimiliki, sehingga muncullah berbagai penghalang pada setiap langkah yang terayun. Akibatnya sebagian mahasiswa terpenjara dengan potensi-potensi itu sendiri, bahkan yang lebih menyakitkan mahasiswa dihadapkan pada situasi untuk menjadi manusia yang kerdil dengan perubahan-perubahan, lemah dalam kepemimpinan, cepat menyerah dengan perubahan zaman yang semakin hari semakin tidak menentu.

STIKes Widya Cipta Husada Malang beekrja sama dengan organisasi mahasiswa (ormawa) dalam hal mengadakan “Pelatihan ESQ”. Pelatihan ESQ ini Emotional Spiritual Quotient yang merupakan gabungan EQ(Emotional Quotients) dan SQ (Spiritual Quotients), yaitu penggabungan antara pengendalian kecerdasanemosi dan spiritual. Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu, 19 September 2020 berlangsung secara menarik dikarenakan bentuk dari kegaitan tersebut yaitu penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan presetasi kelompok. Walaupun kegaitan tersebut dilaksanakan dalam bentuk metode daring akan tetapi tidak menyurutkan semangat dari para peserta. Kegaiatan yang berlangsung 1 hari tersebut diikuti oelh seluruh anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), masing – masing Hima Prodi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui ESQ Model peserta akan diajak untuk menciptakan sebuah titik keseimbangan antara Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosi, dan Kecerdasan Spiritual, membebaskan diri dari berbagai macam gangguan yang menghalangi seluruh potensinya, serta mengerahkan seluruh kekuatan tersebut untuk menciptakan pembaharuan dalam kehidupan dan pekerjaannya, menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.