Koramil Kepanjen: Pemuda Saat Ini Menghadapi Proxy War

Keberadaan sumberdaya alam atau energi dunia yang kian terbatas. Sementara jumlah manusia yang membutuhkannya semakin bertambah, membuat perebutan energi semakin memanas. Negara-negara kaya minyak seperti di Timur Tengah sengaja dibuat kacau agar energinya dapat terus dikuasai oleh negara maju. Demikian pemaparan Kapten Arm Supriyanto, Danramil Kepanjen Kabupaten Malang saat menjadi pembicara di hadapan mahasiswa baru STIKes Widya Cipta Husada, Jumat (8/9).

Pria yang tinggal di kawasan Pendem, Batu, menegaskan bahwa konflik dunia yang terjadi saat ini memang sengaja dibuat oleh negara maju macam Amerika agar minyak terus mengalir ke negaranya. Maka diciptakanlah terorisnya seperti ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang kemudian disisipkan negara-negara Timur Tengah. “70 persen konflik dunia dilatari oleh energi. Dan peta konfliknya di seputar Libya, Mesir, Irak, Iran, Suria, dan Sudan,” kata dia.

Dalam acara bertema Membangun Rasa Nasionalisme Mahasiswa Melalui Pebinaan Bela Negara Dalam Menyongsong Era Globalisasi itu Supriyanto juga menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk dunia terus meroket. Tak tanggung-tanggung setiap tahunnya bertambah satu miliar jiwa. “Pada 2017 ini nanti penduduk dunia sudah mencapai 8 miliar jiwa, ini akan mengakibatkan kekurangan pangan dan krisi air,” kata dia.

Karena itu, dia berharap pada semua generasi muda agar semakin kreatif menyiasati hidup sehingga kebutuhan tetap terpenuhi. Misalnya dengan melakukan konversi dari minyak ke biodiesel, atau bioenergi lainnya. “39 tahun lagi cadangan minyak dunia akan habis, anda semua harus kreatif,” tuturnya.

Dia juga mewanti-wanti agar pemuda menjaga pergaulannya sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang merusak seperti Narkoba, tawuran dan kenakalan lainnya. “Kalau mengkonsumsi Narkoba akan teler, senggol sedikit marah-marah, lalu tawuran. Kalau begini kapan bisa maju,” ungkapnya dalam Program Orientasi Siswa dan Pengenalan Kampus (Prospek) itu. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *