Ketua STIKes Widya Cipta Husada: Kampus Negeri Ayam Broiler, Kampus Swasta Ayam Kampung

Dalam perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia sudah semakin hilang sekat antara perguruan tinggi swasta dan negeri. Setiap lembaga pendidikan saling bersaing untuk menghasilkan lulusan yang mumpuni sehingga dapat berkiprah maksimal dalam masyarakat. Itulah sebabnya, tak sedikit kampus swasta memiliki prestasi yang lebih baik dari kampus negeri.

Kopertis Wilayah VII sebagai yang bertanggung bagi perkembangan kampus swasta di wilayah Jawa Timur melakukan banyak hal untuk membantu kampus swasta. Salah satunya melalui Pembinaan Pengendalian dan Pengawasan (Bindalwas). Seperti yang dilakukan terhadap kampus STIKes Widya Cipta Husada Malang, Selasa (29/8).

Ketua STIKes Widya Cipta Husada, Dr. Tayubi Hariyanto, SE, MM, menyatakan bahwa program Bindalwas ini bagian dari upaya untuk meningkatkan performa kampus swasta. Karena memang sejauh ini kampus negeri mendapat banyak kemudahan dari negara, sementara kampus swasta segala sesuatunya diupayakan mandiri. “Kampus negeri seperti ayam broiler yang segala kebutuhan dipasok langsung, sehingga tidak kekuarangan apapun. Sementara kampus swasta seperti ayam kampung yang cari makan sendiri, mandi sendiri, bahkan matipun sendiri,” tutur Tayubi disambut tawa para audien.

Dalam kesempatan itu, Tayubi juga menjelaskan pola kinerja STIKes Widya Cipta Husada selama ini. Ada beberapa pola yang sudah diterapkan, diantaranya berkaitan dengan otonomi kampus, tata kelola, akuntabilitas, perancangan pemetaan strategi, serta peran kepemimpinan. “Dalam bidang otonomi, misalnya, kampus swasta perlu memastikan pengelolaan keuangan mandiri, serta sumberdaya manusia yang secara mandiri,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *