Innalillah… Mahasiswi Alumni STIKes Widya Cipta Husada Gugur dalam Penanganan Covid-19

KEPANJEN–Kabar duka menyelimuti civitas akademika dan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Cipta Husada Kepanjen, Malang.

Salah seorang mahasiswi alumni STIKes Widya Cipta Husada, dikabarkan meninggal dunia setelah bertugas dalam penanganan pasien terdampak Covid-19.

Dari informasi yang dihimpun, mahasiswi alumni STIKes Widya Cipta Husada tersebut bernama lengkap Desi Mega Mentari. Ia aktif masuk sebagai mahasiswi vokasi D3 Radiodiagnostik dan Radioterapi pada tahun akademik 2013/2014 dan lulus pada tahun akademik 2015/2016.

Setelah lulus dari kampus kesehatan terbesar untuk daerah Kabupaten Malang itu, almarhumah bertugas sebagai tenaga kesehatan bidang Radiografer di RSU Pindad, Turen, Kabupaten Malang.

Hingga berita ini diterbitkan, almarhumah Desi dinyatakan meninggal dunia pada Rabu dini hari sekitar pukul 2 pagi. Ia dikabarkan meninggal dunia setelah berjuang sekuat tenaga untuk membantu RSU Pindad, dalam menangani pasien yang terdampak Covid-19.

Beberapa ungkapan duka pun bertebaran di media sosial. Salah satunya dari Farida Wahyuni, S.Si., M.Si., yang sekaligus merupakan salah satu pengajar almarhumah Desi, semasa studi di STIKes Widya Cipta Husada.

“Kebersamaan bersama Desi. Hari ini telah gugur salah satu radiografer. Garda terdepan kesehatan. Semoga khusnul khotimah. Amin…” ungkap Yuni pada status media sosial miliknya.

Menurut Yuni, semasa menjadi mahasiswa, almarhumah Desi Mega adalah salah satu mahasiswa yang aktif di dalam kelas dan selalu mengerjakan tugas yang diberikan saat perkuliahan. Sehingga Desi bisa menyelesaikan studinya tepat waktu, yaitu 3 tahun.

Tidak hanya itu, lanjut Yuni, almarhumah Desi mempunyai etika dan sopan santun yang baik terhadap semua orang. Ia juga mudah diajak komunikasi, tidak jenuh untuk terus belajar dan mempunyai semangat tinggi untuk bisa menjadi radiografer yang baik.

“Dan itu benar-benar ia buktikan dengan menjadi radiografer di salah satu rumah sakit umum di malang ini. Saya merasa kehilangan dia” ujar perempuan asal Jombang tersebut.

Selain itu, ungkapan duka mendalam juga disampaikan oleh Pengda Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Jawa Timur.

“Telah gugur pahlawanku. Tunai sudah janji bakti. Gugur satu tumbuh seribu. Tanah air jaya sakti” tulis Pengda PARI Jawa Timur yang tersebar di media sosial.

Semoga almarhumah tenang disisi-Nya. Segala amal baik terima oleh-Nya. Dan Semoga khusnul khotimah. [*]

Pewarta: M. Roihan Rikza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *