Demi Kelancaran Proses Perkuliahan, STIKes Widya Cipta Husada Siapkan Tim Lawyer

Penataan bidang manajemen merupakan suatu hal sangat penting dalam membangun suatu institusi, termasuk perguruan tinggi. Penguatan terhadap manajemen tidak hanya bagaimana sistem pengelolaan dibentuk, melainkan juga bagaiman dapat proteksi secara hukum. Untuk alasan hukum inilah STIKes Widya Cipta Husada bekerjasama dengan tim lawyer dari Jakarta. “Sebagai kampus kita ini kan tetapi harus mengikuti hukum, dan kami bukan ahli hukum, karena itu kami perlu semacam tim hukum ini,” terang Dr. Tayubi Hariyanto, SE, MM, ketua STIKes Widya Cipta Husada saat ditemui di kampus, Minggu (3/9).

Menurut pria yang akrab disapa Tayubi tersebut ada dua hal saat ini yang berkaitan secara hukum dari kampus yang dipimpinnya. Yaitu, secara kelembagaan dan manusia. Secara lembaga STIKes Widya Cipta Husada akan bersentuhan dengan hukum, misalnya saat melakukan MoU (Memorandum of Understanding). “Jika terjadi apa-apa, kan mesti membutuhkan ahli hukum,” kata dia.

Kemudian, di STIKes Widya Cipta Husada juga ada sejumlah manusia yang itu tidak lepas dari salah. Barangkali suatu saat ada yang tersangkut dengan hukum, maka tentu tim hukum sangat dibutuhkan untuk membantu. “Tim Hukum lembaga ini sudah merupakan standar nasional Perguruan Tinggi,” kata dia.

Sementara, Syarif Hidayatullah, SH, MBA, selaku salah satu dari tim hukum ini menyatakan bahwa memang saat ini lembaga pendidikan sangat prospek, sehingga tak jarang kadang ada persaingan yang tidak sehat. Akibatnya salah satu pihak dirugikan. “Dari kasus yang biasa terjadi, lembaga tertentu menebar fitnah dan melakukan kriminalisasi. Tentu ini adalah ranah hukum,” kata pria asli Bima tersebut.

Selain itu, Syarif menyatakan bahwa STIKes Widya Cipta Husada juga memiliki Rumah Sakit. Nah, tentu ini sangat rentan untuk dituntut secara hukum. Misalnya, ada kesalahan atau human error dianggap sebagai malpraktik. “Human error itu bukan malpraktek, sehingga tidak serta merta dapat dituntut secara hukum,” kata mahasiswa doktoral Universitas Brawijaya (UB) itu. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *