Cegah Obesitas dengan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat

Oleh Laelatus Zehro*

Kesedian makanan di era modern ini serba kompleks. Namun, jika kita tidak memilih dan memilah makanan yang kita konsumsi, akan berakibat buruk terhadap tubuh kita. Bisa jadi, karena tidak ada upaya untuk mencegah pola makan, kita akan terkena obesitas. Nah, tulisan dibawah ini akan mengulas apa itu obesitas dan cara pencegahannya.

Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh sehingga membuat berat badan berada di luar batas ideal.

Untuk mengetahui apakah berat badan termasuk berat badan yang sehat, bisa dilakukan melalui metode penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumus yang dipakai dalam penghitungan IMT adalah berat tubuh dalam kilogram dibagi dengan tinggi tubuh dalam satuan meter kuadrat (m²).

Kategori IMT:

<17,0               = sangat kurus

17,0-18,5         = kurus

18,5-25,0         = normal

25,0-27,0         = gemuk

>27,0               = obesitas

Dengan demikian, jika IMT pada seseorang lebih dari 27,0 maka orang tersebut dinyatakan obesitas.

Karena itulah, terdapat jenis-jenis makanan yang sangat berpengaruh pada obesitas seseorang dan harus menjadi makanan layak konsumsi. Yaitu:

Karbohidrat

Untuk asupan karbohidrat, pilihlah bahan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang penuh serat seperti oats, pasta dari gandum, nasi merah, quinoa, roti gandum dan kentang. Hindari pemilihan jenis karbohidrat yang mengandung gula sederhana.

Jangan lupa pula untuk mengkonsumsi jenis sayur dan buah sebagai komponen makanan paling penting untuk orang obesitas. Selain mengandung karbohidrat sebagai energi, sayur dan buah juga mengandung serat yang sangat dibutuhkan tubuh.

Protein

Dalam hal ini, ada 2 jenis protein yang bisa dikonsumsi. Yakni protein nabati, dan protein hewani. Protein nabati seperti tahu dan tempe yang sering Anda jumpai. Sedangkan untuk protein hewani pilihlah jenis protein yang cenderung rendah lemak, seperti ikan dan daging ayam tanpa kulit.

Kurangi konsumsi daging merah, jeroan binatang, dan sumber makanan yang mengandung protein dengan cara digoreng.

Lemak

Sumber lemak biasanya didapatkan dari berbagai jenis minyak. Maka itu, pilihlah jenis minyak yang sehat seperti minyak zaitun, minyak canola, dan minyak alpukat.

Hindari makanan yang digoreng, karena mengandung lemak trans dan lemak jenuh tinggi yang bisa menambahkan timbunan lemak tubuh.

Selain tentang makanan yang layak konsumsi di atas, terdapat beberapa hal lain yang perlu diperhatikan seseorang agar terhindar dari obesitas. Dengan melalukan pencegahan terhadap obesitas, seseorang akan mendapati hidupnya yang sehat tanpa beban tubuh yang mengganggu aktivitas.

Tidak melupakan sarapan

Biasanya pagi-pagi kita tidak sempat sarapan karena bangun kesiangan. Nah, coba ubah kebiasaan ini. Jangan melewatkan sarapan karena sarapan berguna bagi tubuh untuk mendapatkan energi.

Energi yang diperoleh dari makanan akan digunakan tubuh setelah semalaman perut dalam keadaan kosong. Jika ini tidak terpenuhi, tubuh akan mengompensasi dengan rasa lapar yang lebih kuat, lalu porsi makan siang kita akan lebih banyak dibanding jumlah yang dibutuhkan.

Mengonsumsi makanan sehat

Makanan sehat yang dianjurkan untuk selalu dikonsumsi termasuk buah-buahan segar dan sayuran yang mengandung serat. Serat ini membantu mengurangi penyerapan lemak sekaligus menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner.

Olahraga teratur

Olahraga akan mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh kita.
Usaha mengubah perilaku untuk menuju hidup sehat perlu dilakukan secara terus-menerus sepanjang hidup. Dan kita perlu mempunyai motivasi dan disiplin diri yang kuat agar keinginan kita bisa tercapai.

Demikian beberapa catatan dan beberapa hal agar seseorang dapat mencegah sedari dini agar tidak terkena obesitas.

Salam sehat.

 

Sumber :

http://forum.detik.com/cegah-obesitas-dengan-gaya-hidup-sehat-t142115.html

https://www.alodokter.com/obesitas.html

https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/cara-mengatasi-obesitas-dengan-diet/

 

*Penulis adalah mahasiswi Program Studi Gizi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada, Semester V.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *