BLUEPRINT PIK

CETAK BIRU PERENCANAAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TAHUN 2017 – 2022

 

 

 

Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

Halaman

DAFTAR ISI

Bab 1 – Pendahuluan……………………………………………………………………….. 1

1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………….. 2

1.2 Tujuan ………………………………………………………………………….. 3

1.3 Sasaran…………………………………………………………………………. 3

Bab 2 – Gambaran Umum Stikes Widya Cipta Husada ……………. 4

2.1 Visi, Misi dan Tujuan Stikes Widya Cipta Husada ……………… 4

2.2 Renstra Stikes Widya Cipta Husada ………………………………… 6

2.3 Struktur Organisasi Stikes Widya Cipta Husada ……………….. 7

Bab 3 – Evaluasi Capaian Implementasi TIK 2011 – 2016 ……….. 9

3.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK ………………….. 10

3.2 Infrastuktur Jaringan Komputer ……………………………………. 15

3.3 Kecukupan Perangkat Keras di tingkat Pengguna…………….. 20

3.4 Kecukupan Perangkat Lunak di tingkat Pengguna …………… 23

3.5 Sistem Informasi ………………………………………………………….. 24

3.6 Pelaksanaan FGD (Fokus Group Discussion) dengan pihak Pengguna …………………………………………………………………………. 25

Bab 4 Rancangan Program Penerapan TIK 2017-2022 ………….. 32

4.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK ………………….. 32

4.2 Infrastruktur Jaringan Komputer …………………………………. 32

4.3 Sistem Informasi …………………………………………………………. 33

4.4 Sarana dan Prasana Kampus…………………………………………. 38

Bab 5 Penutup ………………………………………………………………….. 40

 

 

 

Bab 1

Pendahuluan

 

“Kegagalan Implementasi Teknologi Informasi / TI dalam Business Process StikesWCH bukan akibat faktor teknis namun lebih kepada permasalahan non-teknis (faktor manusia, proses dan organisasi kerja)” Curry, J. R. (2002). The Organizational Challenge: IT and Revolution in Higher Education.

Dari kutipan di atas maka harus dipahami sepenuhnya seperti apa StikesWCH sebagai sebuah organisasi kerja. StikesWCH digolongkan ke dalam bentuk organisasi yang loosely coupled world’s dimana hubungan antar bagian cukup renggang. Dalam bentuk organisasi seperti ini, anggotanya belajar dan berubah dengan cara imitasi. Semua akan berjalan dengan baik jika rasa saling percaya tumbuh, sehingga civitas akademika harus dipandang sebagai manusia dan bukan mesin produksi, dimana hubungan informal antar anggota organisasi menjadi sangat penting. Selain itu, StikesWCH tergolong dalam industri quasi-commercial. Selain memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, juga menerapkan prinsip-prinsip manajemen industri komersial untuk mendapatkan dana sebagai pendukung keberlangsungan hidup Stikes WCH.

Dengan bentuk organisasi seperti yang diuraikan di atas, adanya kegagalan atau pernah terjadi kegagalan dalam implementasi TIK dalam StikesWCH akan dipandang negatif oleh banyak pihak, antara lain:

  • Dengan cara manual, business process masih bisa berjalan.
  • Sebagai cost center dan cost redundant.
  • Semua harus sesuai dengan prosedur/kaku.
  • Mengurangi keterlibatan banyak pihak/orang.
  • Mengurangi pendapatan diluar gaji.

Banyak pihak yang menjadi resistan dalam implementasi terstruktur dan selaras dengan kebutuhan organisasi dan untuk itu dibutuhkan pedoman yang jelas dalam bentuk cetak biru.

Stikes Widya Cipta Husada (Stikes WCH) sudah merasakan manfaatnya apabila pengelolaan implementasi TIK dikelola secara terstuktur, terarah dan selaras dengan kebutuhan organisasi yang didasarkan pada suatu rancangan implementasi yang jelas dalam bentuk cetak biru.

1.1 Latar Belakang

Dalam implementasi pengembangan TIK di STIKES WCH, mulai tahun 2011, STIKES WCH sudah menggunakan pedoman dalam bentuk cetak biru yang disebut “Cetak Biru Perencanaan TIK di Stikes Widya Cipta Husada Kepanjen Tahun 2011 – 2016”.

Cetak biru ini disusun pada tahun 2011 dengan tujuan utama adalah memberikan pedoman padapenataan, pengembangan, penerapan dan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi STIKES WCH2011 – 2016 dan memberikan gambaran kepada pihak manajemen dalam menyusun kebutuhan anggaran terkait dengan pendanaan untuk pengembangan TIK dalam kurun waktu 2011 – 2016.

Sedangkan sasaranyang ingin dicapai adalah tercukupinya kebutuhan perangkat keras untuk end user,terbangunnya infrastruktur jaringan yang menghubungkan seluruh node serta terbangunnya Data Center yang representatif untuk mendukung sistem informasi yang berbasis pada teknologi web base.

Sampai dengan akhir tahun 2016, seluruh sasaran yang ingin dicapat dari cetak biru tersebut sudah mencapai target, lebih jelasnya akan dipaparkan pada Bab 3 Hasil Evaluasi Capaian Sasaran Cetak Biru STIKES WCH Tahun 2011 – 2016.

Oleh karena itu maka sebagai keberlajutan dari Cetak Biru Perencanaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2011 – 2016 yang telah mencapai sasaran makadisusunlah Cetak Biru Perencanaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2016 – 2021.

 

 

Bab 2

Gambaran Umum STIKES WCH Malang

 

Stikes Widya Cipta Husada (STIKES WCH) adalah salah satu unit pendidikan dibawah Yayasan Sahid Jaya yang didirikan pada tanggal 23 Maret 1983 berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya No. 039/Sc/Kpts/PI/1982 dan Surat Keputusan Koordinator KOPERTIS Wilayah III Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 0275/KOP.III.N.XII/82.

Stikes Widya Cipta Husada berkedudukan di Malang. Saat ini STIKES WCH memiliki 5 (lima) Prodi (Radiologi, Rekam Medik, Gizi, Kebidanan dan Keperawatan), dengan jumlah mahasiswa aktif ± 500 mahasiswa.

2.1 Visi, Misi dan Tujuan Stikes Widya Cipta Husada

Visi STIKES WCH adalah Menjadi Stikes yang unggul bercirikan Kepariwisataan dan  Kewirausahaan.  Maksud dari visi tersebut adalah  :

  • Stikes yang unggul adalah perguruan tinggi yang memenuhi kepatuhan (compliance) guna menghasilkan lulusan yang unggul. Lulusan yang unggul berarti: lulusan memiliki kompetensi dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap (religius).
  • Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara masyarakat, pemerintah dan pengusaha. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10.Tahun2011.Tentang Kepariwisataan).

Sedangkan misi STIKES WCH sebagai peterjemahan dari visi adalah  :

  1. Menyelenggarakan tata kelola Stikes yang sehat (good university governance) pelaksanaan otonomi perguruan tinggi.
  2. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi melalui sistem pendidikan dan pengajaran yang bermutu bercirikan Kepariwisataan dan Kewirausahaan.
  3. Menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bercirikan Kepariwisataan dan Kewirausahaan.
  4. Menyelenggarakan kegiatan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan.

Adapun tujuan yang didasarkan kepada visi dan misi Stikes WCH Malang adalah

  1. Mewujudkan Stikes WCH sebagai perguruan tinggi dengan tata kelola yang sehat.
  2. Mewujudkan Stikes WCH sebagai lembaga pendidikan tinggi yang melaksanakan Tri Darma bercirikan Kepariwisataan dan Kewirausahaan.
  3. Menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.

Sedangkan sasaran yang ingin dicapat dari tujuan diatas adalah

  1. Tata kelola sistem akademik selalu akuntabel setiap tahun.
  2. Kepuasan pemangku kepentingan (stakeholder) maksimal setiap waktu.
  3. Masa tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan atau berusaha maksimal 4 bulan setelah wisuda.
  4. Mutu kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan meningkat setiap saat.
  5. Mutu proses pendidikan dan pengajaran berkembang setiap waktu.
  6. Setiap tahun kegiatan ilmiah dalam bidang Kepariwisataan dan Kewirausahaan bertambah.
  7. Kegiatan kerjasama institusi pemerintah dan swasta serta stakeholder terkait berkembang setiap tahunnya.
  8. Setiap tahun kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi kepada masyarakat meningkat.

 

2.2 Renstra Stikes Widya Cipta Husada

Untuk mewujudkan visi, misi dan mencapai tujuan tersebut, STIKES WCH merumuskan Perencanaan Strategis (Renstra) 5 tahunan yang berpatokan pada Statuta STIKES WCH.

Renstra yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Cetak Biru ini adalah adalah Renstra 2016 – 2021. Renstra yang disusun ini bertujuan untuk mencapai Visi dan Misi Stikes WCH dalam jangka waktu tertentu. Rumusan Renstra ini  telah  mempertimbangkan  dengan cermat  kondisi  obyektif  faktor internal dan eksternal dengan mengacu pada Arah Kebijakan Umum Rektor 2016 (AKUR), Rencana Induk Pengembangan (RIP) Stikes.

Stikes Widya Cipta Husada menyusun rencana induk pengembangan (RIP) tahun 2016-2034 sebagai rencana jangka panjang yang dijabarkan lebih lanjut dalam rencana strategis (Renstra). RIP tahun 2016-2034 dijabarkan dalam 5 (lima) tahapan Renstra :

  1. Tahun 2016-2021, Stikes Widya Cipta Husada memiliki tujuan untuk melakukan penguatan tata kelola menuju penguatan Tri Darma perguruan tinggi bercirikan Kepariwisataan dan Kewirausahaan.
  2. Tahun 2021-2022, Stikes Widya Cipta Husada memiliki tujuan untuk melakukan penguatan jejaring menuju perguruan tinggi unggul bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan.
  3. Tahun 2022-2026, Stikes Widya Cipta Husada akan menjadi perguruan tinggi unggul bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan bertaraf nasional
  4. Tahun 2026-2030, Stikes Widya Cipta Husada akan menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan
  5. Tahun 2030-2034, Stikes Widya Cipta Husada akan menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan

 

Berdasarkan Rencana Induk pengembangan Stikes yang dikaitkan dengan visi dan misi Stikes Widya Cipta Husada, maka rencana strategis 2016 – 2021 berorientasi pada pembenahan ke dalam untuk mengembangkan tata kelola yang baik, mengacu pada pemenuhan prinsip-prinsip partisipasi, orientasi pada konsensus, akuntabilitas, transparansi, responsif, efektif dan efisien, ekuiti (persamaan derajat) dan inklusifitas, dan penegakan/supremasi hukum, maka tema rencana strategis 2016 – 2021Stikes Widya Cipta Husada adalah “Menjadi Stikes dengan tata kelola yang baik (Good University Governance) “.

 

 

Gambar 2.1. Tonggak capaian (milestone) Stikes Widya Cipta Husada

2.3 Struktur Organisasi Stikes Widya Cipta Husada

Adapun struktur organisasi yang terdiri dari 5 (lima) Prodi, 1 (satu) Program Studi Radiologi, 1 (satu) Program Studi Rekam Medis, 1 (satu) Program Studi Kebidanan, 1 (satu) Program Studi Keperawatan, dan 1 (satu) Program Studi Gizi, didukung oleh1 (satu) lembaga dan 5 (lima) unit pelaksana teknis seperti yang terlihat pada Gambar 2.2. Struktur Organisasi STIKES WCHberikut :

 

 

 

Bab 3

Evaluasi Capaian Implementasi TIK 2011 – 2016

 

Langkah awal dalam menyusun Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2016 – 2021 adalah melakukan 2 (dua) hal yaitu melakukan evaluasi terhadap capaian pelaksanaan implementasi TIK yang didasarkan pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016 dan melakukan survei kebutuhan user dengan melakukan diskusi kebutuhan TIK dengan para pemakai.

Evaluasi capaian implementasi TIK di STIKES WCH tersebut, dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap 5 (lima) aspek yaitu :

  1. Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK
  2. Infrastuktur Jaringan Komputer
  3. Kecukupan Perangkat Keras di tingkat Pengguna
  4. Kecukupan Perangkat Lunak di tingkat Pengguna
  5. Sistem Informasi

Evaluasi dilakukan dengan melihat capaian hasil implementasi di lapangan terhadap rancangan program pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016. Sebagai catatan pada saat implementasi cetak biru ini, STIKES WCH mendapatkan dana hibah dari Program Hibah Kompetisi Institusi (PHK-I) selama 3 (tiga) tahun dari Tahun 2011 sampai Tahun 2011 sehingga banyak pendanaan untuk kegiatan implementasi dari cetak biru ini didanai dari program tersebut.Serta melakukan kegiatan FGD (Focus Group Discussin) yang melibatkan pengguna untuk dapat menjaring aspirasi dari para pengguna mengenai hasil evaluasi implementasi sistem informasi dalam kurun waktu 2011 – 2016, sesuai dengan Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016.

3.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK

Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, terdapat 4 (empat) rancangan program yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi SDM pengelola TIK adalah :

  1. Melakukan perubahan organisasi di Dir. PMSI sehingga Ka.Sie memiliki staf
  2. Melakukan regenerasi SDM pengelola TIK dengan melakukan pengrekrutan tenaga baru sebanyak 2 (dua) orang untuk bidang help desk dan programmer
  3. Melakukan penyegaran SDM pengelola TIK dengan mengikutsertakan pengelola SDM TIK STIKES WCH pada pelatihan-pelatihan TIK di luar kampus
  4. Melakukan mutasi SDM pengelola TIK

Dan hasil pencapaian dari pelaksanaan rancangan program tersebut adalah:

  1. Melakukan perubahan struktur organisasi unit yang mengelola TIK yaitu dengan cara membubarkan unit Dir PMSI kemudian untuk Sub.Dit Penjaminan Mutu melebur ke unit Kantor Penjaminan Mutu sedangkan untuk Sub.Dit Sistem Informasi menjadi unit baru yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sistem Informasi.
  2. Direncanakan pada tahun ini, sesuai dengan komitmen pimpinan, akan melakukan pengrekrutan 4 (empat) SDM baru yang memiliki keahlian TIK tertentu
  3. Melakukan mutasi dan penawaran program pensiun dini kepada SDM pengelola

TIK untuk SDM pengelola TIK yang memiliki masa kerja diatas 10 tahun.

UPT Sistem Informasi memiliki 3 (tiga) koordinator bidang yaitu

  1. Bidang Infrastuktur TIK
  2. Bidang Sistem Informasi
  3. Bidang Layanan Informatika

Adapun struktur organisasi lengkap dari UPT. Sistem Informasi bisa dilihat pada Gambar  3.1 Struktur Organisasi UPT.SI

Gambar  3.1 Struktur Organisasi UPT.SI

Bidang disini dimaksudkan sebagai kelompok jenis pekerjaan yang dilakukan dan bukan merupakan jabatan.

Adapun tugas dari UPT Sistem Informasi adalah

  1. Menyusun Rencana Induk Sistem dan Sumber Daya Informasi StikesWidya Cipta Husada
  2. Melakukan perencanaan, pengelolaan, pemeliharaan dan standarisasi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk kebutuhan Stikes Widya Cipta Husada.
  3. Melakukan perancangan dan pengelolaan kehandalan dan keamanan infrastruktur teknologi informasi baik dari sisi hardware, software dan pengguna
  4. Melakukan integrasi dan mengkoordinasikan pengembangan Sistem Informasi di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada
  5. Mendukung penyelarasan Sistem dan teknologi Informasi dengan proses bisnis di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada
  6. Memasyarakatkan layanan Sistem dan Sumber Daya Informasi kepada pengguna dan calon pengguna.
  7. Mengembangkan, mengelola dan menyediakan data dan informasi bagi Stikes Widya Cipta Husada.
  8. Melaksanakan pengelolaan layanan Sistem dan Sumber Daya Informasi yang responsif terhadap keluhan pengguna.
  9. Menetapkan kualifikasi dan memberikan pertimbangan dalam rekruitmen dan penerimaan teknisi Sistem dan Sumber Daya Informasi di Stikes WCHMalang.
  10. Menjalin kerja sama dengan institusi atau vendor Teknologi Informasi dalam rangka pengembangan fasilitas dan layanan Teknologi Informasi.
  11. Melakukan koordinasi, monitoring dan memberikan bimbingan serta konsultasi teknis teknologi informasi secara berkala kepada para teknisi Sistem dan Sumber Daya Informasi di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada.
  12. Membuat laporan secara periodik kepada pimpinan StikesStikes

 

UPT Sistem Informasi diketua oleh seorang Ka. UPT yang memiliki tanggung jawab untuk

  1. Menyusun Rencana Induk Sistem dan Sumber Daya Informasi Stikes Widya Cipta Husada.
  2. Melakukan perencanaan, pengelolaan, pemeliharaan dan standarisasi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk kebutuhan organ dan masyarakat Stikes Widya Cipta Husada.
  3. Melakukan perancangan dan pengelolaan kehandalan dan keamanan infrastruktur teknologi informasi baik dari sisi hardware, software dan pengguna.
  4. Melakukan integrasi dan mengkoordinasikan pengembangan, pemeliharaan dan pengoperasian sistem informasi di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada.
  5. Mendukung penyelarasan Sistem dan Teknologi Informasi dengan proses bisnis di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada.
  6. Memasyarakatkan layanan Sistem dan Sumber Daya Informasi kepada pengguna dan calon pengguna.
  7. Mengembangkan, mengelola dan menyediakan data dan informasi bagi Stikes Widya Cipta Husada.
  8. Melaksanakan pengelolaan layanan Sistem dan Sumber Daya Informasi responsif terhadap keluhan pengguna.
  9. Menetapkan kualifikasi dan memberikan pertimbangan dalam rekruitmen dan penerimaan teknisi Sistem dan Sumber Daya Informasi di Stikes WCH Jakarta.
  10. Membuka peluang kerja sama dengan institusi atau vendor Teknologi Informasi dalam rangka pengembangan fasilitas dan layanan Teknologi Informasi.
  11. Melakukan koordinasi dan monitoring terhadap pelaksanaan konsultasi teknis kepada para teknisi Sistem dan Sumber Daya Informasi di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada.
  12. Melakukan diseminasi layanan dan kebijakan UPT. SI kepada civitas akademika Stikes Widya Cipta Husada.
  13. Membuat laporan secara periodik kepada Pimpinan Stikes WCHMalang.
  14. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan dalam bidang implementasi teknologi informasi..

 

Sedangkan untuk masing-masing bidang, memiliki tugas sebagai berikut :

Bidang Infrastuktur TIK

  1. Melakukan perancangan, pengelolaan, pemeliharaan infrastruktur jaringan, pusat data (data center), komputasi awan (cloud) yang handal di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada;
  2. Melakukan pengamanan infrastruktur TI dan pusat data (data center);
  3. Menyusun dan melakukan rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan) dan sistem pencadangan data (backup system);
  4. Memberikan konsultasi teknis infrastruktur teknologi informasi secara berkala kepada para teknisi Sistem dan Sumber Daya Informasi di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada
  5. Melaksanakan pengelolaan dan integrasi aplikasi Teknologi Informasi seperti e-mail, web hosting, serta aplikasi Teknologi Informasi lainnya;
  6. Merancang dan melaksanakan sistem otentikasi, otorisasi dan pencatatan pengguna (user) dan aplikasi TI di lingkungan Stikes;
  7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

 

Bidang Sistem Informasi

  1. Mengelola dan memelihara sistem informasi Stikes Widya Cipta Husada;
  2. Menyusun dan melaksanakan rencana pengembangan sistem informasi Stikes Widya Cipta Husada;
  3. Menyusun dan merencanakan pengintegrasian sistem informasi;
  4. Melakukan integrasi dan mengkoordinasikan pengembangan Sistem Informasi di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada;
  5. Mengumpulkan dan mengelola data yang tersedia dalam sistem informasi terintegrasi di Stikes Widya Cipta Husada, dengan menjamin prinsip ketersedian (availability), kebenaran (integrity) dan kerahasiaan (confidentiality) data;
  6. Melakukan koordinasi penyediaan data dan informasi bagi civitas akademika Stikes Widya Cipta Husada;
  7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

 

Bidang Layanan Informatika

  1. Pengelola layanan dan pengaduan insiden yang responsif terhadap keluhan pengguna;
  2. mengelola dan memelihara aplikasi dan layanan teknologi informasi yang dikelola oleh Stikes Widya Cipta Husada
  3. Memberikan saran dan pendapat untuk pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak di lingkungan Stikes Widya Cipta Husada

 

Sedangkan untuk program  mutasi, pensiun dini dan pengrekrutan tenaga SDM baru masih dalam proses.

 

3.2 Infrastuktur Jaringan Komputer

Untuk infrastuktur jaringan komputer dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, memiliki porsi rancangan program yang cukup banyak, 7 (tujuh) rancangan program, yaitu :

  1. Merancang kebutuhan perangkat keras dan jasa yang diperlukan untuk

membangun infrastuktur jaringan komputer STIKES WCH yang diarahkan kepada

2(dua) tujuan yaitu

  • Tersedianya akses sampai ke pengguna • Tersedianya infrastuktur yang mendukung untuk implementasi konsep online

realtime terkait dengan implementasi modul krs mahasiswa online dan

pengisian nilai online

  1. Membangun infrastuktur jaringan komputer STIKES WCH sampai ke pengguna

dengan memperhatikan beberapa hal :

  • Setiap Lantai memiliki Distribution Rack
  • Dalam distribution rack terdapat minimal 2 (dua) distribution switch

managable yang terhubung melalui jaringan back bone ke core siwth

  • Dalam distribution rack terdapat patch panel sebanyak jumlah distribution

switch

  • Dari distribution swicth ke titik pengguna menggunakan konsep

Port pada Distribution Switch -> Port pada Patch Panel -> Wallplate

Pengguna -> PC/Notebook

  • Yang dimaksud pengguna adalah staf akademik, staf non akademik yang

mengoperasikan PC, ruang kelas, ruang lab dan titik Access Point

  • Core Swith terletak di Ruang Data Center Dir. PMSI
  1. Menerapkan konsep VLAN dimana setiap unit menggunakan VLAN ID yang

berbeda dengan VLAN router berada di Data Center

  1. Melakukan perubahan penyedia Internet dimana penyedia internet yang dipilih

adalah penyedia internet yang mampu menyediaakan IP Public

  1. Membangun Server-server untuk keperluan implementasi konsep online yaitu :
  • Server yang dibangun adalah :

o Web Server

o Database Server

o Firewall Server

o Gateway Server

o Mail Server

o DNS Server

  • Seluruh server harus berada di Ruang Data Center
  • Seluruh server menggunakan perangkat keras yang bisa bertahan secara

teknologi sampai 5 (lima) tahun ke depan

  • Menggunakan konsep virtualisasi untuk mengurangi TOC pengadaan

perangkat keras server

  • Menggunakan konsep Server Farm dan DMZ untuk keamanan akses
  • DMZ dibangun dengan konsep NAT dari firewall
  1. Membangun jaringan wireless yang aman dengan konsep sebagai berkut :
  • Setiap lantai terdapat titik akses point (AP) dengan penyebaran awal

diposisikan berada di lobby STIKES WCH, ruang perpustakaan, ruang rapat dan

ruang fakultas

  • Jaringan wireless terpisah dengan jaringan kabel walaupun tersambung pada

Distribution Switch yang sama. Maksud terpisah disini adalah terpisah secara

jaringan dengan menerapkan VLAN ID sendiri khusus untuk jaringan wireless.

  • Jaringan wireles mendapat sambungan internet yang terpisah dari

sambungan internet untuk kabel

  • Penyedia sambungan internet wireless tidak perlu menyediakan IP Public
  • Sambungan wireless menggunakan sistem sekuriti dengan akses berupa

username dan password dengan cara mempergunakan konsep sebagai

berikut :

Captive Portal -> Radius Server -> LDAP Server

  • Username dan Password disediakan dari Sistem Informasi yang data

username dan passwornya di tulis ke LDAP Server menggunakan konsep

sikronisasi dengan jangka waktu sikronisasi setiap 2 (dua) jam

  • Hanya boleh 1 (satu) device yang terkoneksi ke jaringan wireless dalam satu

waktu untuk 1 (satu) username

  1. Membangun Data Center yang layak yaitu :
  • Luas ruangan Data Center dapat menampung minimal 2 Rack
  • Menggunakan raise floor dengan ketinggian antara 30 – 40 cm • Sistem pendingin yang bisa bekerja selama 24 jam
  • Tersedia UPS untuk backup minimal 30 menit
  • Tersedia listrik yang cukup dengan memperhitungkan penambahan perangkat

selama  5 tahun kedepan dengan panel yang terpisah dengan panel ruangan

Dir. PMSI

Dan hasil pencapaian dari pelaksanaan rancangan program tersebut adalah:

  1. Terbangun jaringan distribusi sampai ke tingkat pengguna dengan jumlah

keseluruhan untuk Kampus Supomo baik yang terletak di Gd. Depan maupun di

Gd. Belakang sejumlah 370 titik dengan perincian seperti terlihat pada Tabel 3.2

Rincian sebaran Jaringan Titik Pengguna. Sedangkan untuk Kampus Sudirman

terbangun 13 titik.

Terletak di  Jumlah  Gd. Depan Lantai 1 64 Lantai 2 44 Lantai 3 50 Lantai 4 53 Lantai 5 44 Lantai 6 44 Lantai 7 dan 8 24   323

Gd. Belakang Lantai 1,2 dan 3 47   370

Tabel 3.2 Rincian sebaran Jaringan Titik Pengguna Kampus Supomo

  1. Jaringan backbone yang berada di Kampus Supomo dengan kapasitas 1 Gbps

dan memiliki backup dengan besaran yang sama yang sebelumnya masih

tersambung dengan switch unmanageble saat ini sudah tersambung dengan

switch manageble

  1. Seluruh swicth telah menggunakan managable swicth dengan jumlah switch

manageble yang digunakan sebanyak 18  unit dengan konfigurasi layer 2 dan

layer 3 switch. Sudah menerapkan konsep VLAN dengan jumlah VLAN ID

sebanyak 31 VLAN ID (25 Distribution VLAN, 1 VLAN DMZ, 6 VLAN Border)

  1. Terdapat 3 unit core swicth di ruang data center yang digunakan untuk

membangun VLAN dmz dan VLAN Server Farm

  1. Terdapat 2 (dua) jaringan komputer yang terpisah secara logik yaitu
  • Jaringan kabel yang menyambungkan seluruh titik pengguna akhir yang

tersambung secara fisik menggunakan kabel dan

  • Jaringan wireless yang menyambungkan seluruh Access Point (AP)

Kedua jaringan tersebut mendapatkan sambungan internet terpisah yang berasal

dari 2 penyedia sambungan internet dengan  besaran masing-masing :

  • Jaringan kabel mendapatkan sambungan internet sebesar 1.5 Mbps untuk

sambungan international dan 20 Mbps untuk sambungan lokal

  • Jaringan wireless mendapatkan sambungan internet sebesar 3 Mbps untuk

sambungan international dan 40 Mbps

  1. Terbangunnya jaringan wireless dengan jumlah titik Access Point (AP) sebanyak

24 unit yang tersebar 22 unit di Kampus Supomo dan 2 unit Kampus Sudirman

  1. Pengadaan dan proses instalasi selesai dilakukan dan server sudah dapat

berfungsi dengan kondisi sbb :

  • Umur seluruh server dibawah 5 tahun dan rata2 dibeli pada tahun 2011 –
  • Server yang terbangun seluruhnya berjumlah 18 server dan sudah

menggunakan model virtualisasi dengan konfigurasi sbb :

– Server Fisik menggunakan OS Windows 2008

– Aplikasi Virtualisasi menggunakan Vmware

– Seluruh server virtual menggunakan OS Linux

– Server fisik dilengkapi dengan fasilitas backup dengan menggunakan

aplikasi backup cobian backup

– Storage Backup dalam bentuk NAS Server

– Seluruh server virtual dibackup ke NAS Server

  • Server yang terbangun awalnya diarahkan untuk dapat menyediakan sarana

dan prasarana untuk pelaksanaan program pengaktifan modul KRS

Mahasiswa dan modul Pengisian Nilai berbasis web base sehingga server

yang terbangun adalah :

– Web Server 1 dan 2

– Database Server 1 dan 2

  • Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan server yang digunakan untuk

keperluan jaringan yaitu

– Firewall Server

– Gateway Server

– DNS Server (Primary dan Secondary)

– Proxy Server

– DHCP Server

– Monitoring Server

– NAS Server

– Server2 untuk keperluan Hotspot Security yaitu Radius Server, LDAP

Server dan Captive Portal Server

  • Selain itu juga dikembangkan server yang dibangun untuk memberikan suatu

layanan yaitu :

– Mail Server

– SMS Gateway Server

– Active Directory Server

Sehingga total yang terbangun menjadi 18 Server yang sebagian besar berada di

VLAN Server Farm kecuaili Firewall Server yang berada di DMZ.

Seluruh Server

  1. Ruang Data Center terbangun dengan luas 2 x 2 m2 yang dilengkapi dengan :
  • Raise floor setinggi 30 cm
  • Memiliki pendingin berupa AC Split ukuran 2 PK sebanyak 2 unit dengan

sistem pembuangan permanen sehingga Ruang data Center bisa beroperasi

selama 24 jam

  • Kapasitas Listrik sebesar 16 kVA dengan panel listrik yang terpisah dengan

panel ruangan dan konfigurasi saluran langsung dari panel induk

  • Dilengkapi dengan UPS sebesar 3 kVA untuk Rack Server dan 1 kVA untuk

Rack Network Equipment

  • Model ruangan tertutup dan dilengkapi pintu tersendiri
  1. Konfigurasi network menggunakan konsep DMZ dimana seluruh Akses dari ISP

melalui Router ISP kemudian masuk ke Core Router kemudian masuk ke

Firewall baru akses ke DMZ

Kesimpulan :

Untuk keseluruhan rancangan program terkait dengan pembangunan jaringan

infrastruktur komputer sudah terbangun dengan baik malah sudah menerapkan

virtualisasi dimana virtualisasi merupakan salah satu penerapan konsep green

computing

3.3 Kecukupan Perangkat Keras di tingkat Pengguna

Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan

Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, rancangan program yang terkait dengan

pemenuhan kebutuhan perangkat keras adalah sbb :

  1. Menyusun standar jenis perangkat untuk tiap jabatan misalnya rektor mendapat

Notebook, dosen mendapat notebook, staf mendapat PC dst

  1. Melakukan perancangan pengadaan sehingga tidak memberatkan managemen

dengan tujuan pada tahun 2016 dapat dicapai keadaan 1 (satu) PC/Notebook

untuk 1 (satu) pengguna

  1. Untuk perangkat printer diarahkan untuk penggunaan secara bersama-sama

dengan 1 (satu) perangkat printer  dapat digunakan untuk 5 (lima) PC/Notebook

Yang dimaksud dengan perangkat keras disini adalah perangkat keras yang

digunakan untuk kegiatan perkantoran dan perkuliahan yaitu PC Desktop, Notebook

dan Printer dan  tidak termasuk dengan perangkat yang berada di Lab.

Pelaksanaan seluruh program yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan

perangkat keras, tidak terlepas dengan bantuan dana hibah dari program PHK

Institusi yang didapat STIKES WCH dari Dirjen DIKTI antara tahun 2011 sampai 2011.

Adapun perkembangan perangkat keras TIK Perkantoran dapat dilihat pada Tabel

3.3 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran  dari tahun 2008 sampai tahun

2016 dan Grafik 3.1 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran  dari tahun

2008 sampai tahun 2016

No

Jenis Perangkat Keras TIK Perkantoran

Tahun

2008 2011 2010 2011 2012 2016

1 Komputer Desktop 31 71 124 144 155 161

2 Printer 23 51 54 60 65 69 3 Notebook 3 13 17 21 21 31

Tabel 3.3 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran  dari tahun 2008 sampai tahun 2016

 

Grafik 3.1 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran  dari tahun 2008

sampai tahun 2016

Berdasarkan  Tabel 3.2 Perkembangan Perangkat Keras TIK Perkantoran  dari

tahun 2008-2016 terlihat lonjakan jumlah mulai dari tahun 2011, akibat diterimanya

perangkat keras TIK perkantoran dari proyek PHK Institusi. Sampai dengan tahun

2016, jumlah PC Desktop sebesar 161 dan tersebar keseluruh bagian dan bila dilihat

dari jumlah pegawai Univ. Sahid Jakarta adalah 172 orang (termasuk dosen diluar

Satpam, Teknisi dan Office Boy, Driver), kondisi sudah mendekati ideal 1 komputer

untuk 1 pegawai. Sedangkan untuk jumlah printer dengan total pada tahun 2012

sebesar 69 didapat rata-rata 1printer digunakan oleh 3 komputer atau notebook

sehingga harus dilakukan pembenahan lagi untuk dapat menuju ke keadaan efisien

(1 printer digunakan lbh dari 5-10 unit komputer/notebook)

Kesimpulan :

Untuk keseluruhan rancangan program terkait dengan kecukupan perangkat keras di

tingkat pengguna sudah dapat dicukup, tetapi perlu dikembangkan program efisiensi

ke arah implementasi konsep green computing dimana salah satunya adalah

pengurangan penggunaan printer untuk mencetak dan penggunaan perangkat keras

yang memiliki low power consumption .  Oleh karena itu untuk pemilihan perangkat

keras sebaiknya yang memiliki spesifikasi  low power consumption .

31

71

124

144

155 161

23

51 54 60 65 69

3

13 17 21 21

31

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180

2008 2011 2010 2011 2012 2016

Komputer Desktop

Printer

Notebook

 

3.4 Kecukupan Perangkat Lunak di tingkat Pengguna

Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan

Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, rancangan program yang terkait dengan

pemenuhan kebutuhan perangkat lunak adalah sbb :

  1. Menyusun standar perangkat lunak minimal yang harus ada di setiap

PC/Notebook

  1. Teknologi perangkat lunak yang dipilih adalah microsoft base
  2. Pengadaan perangkat lunak berlisensi dengan memanfaatkan program Microsoft

Licence Agreement

  1. Mencari vendor yang menawarkan harga program Microsoft License Agreement

termurah

  1. Untuk perangkat lunak selain microsoft menggunakan perangkat lunak yang

bersifat free license

Yang dimaksud dengan perangkat lunak disini adalah perangkat lunak berupa

sistem operasi dan aplikasi perkantoran

Untuk sistem operasi dan aplikasi Perkantoran mulai tahun 2011 sudah berlisensi

dengan sistem lisense berbentuk sewa  yang dikontrak selama  3(tiga) tahun dalam

bentuk Microsoft License Agreement. Maksud yang di kontrak selama 3 (tiga) tahun

adalah nilai pembayaran setiap tahun di garansi tetap sampai 3 (tiga) tahun. Untuk

daftar perangkat lunak Aplikasi Perkantoran dan jumlah lisensiya dapat dilihat pada

Tabel 3.4 Daftar Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran dan Jumlah Lisensinya

No Jenis Perangkat Lunak Jumlah Lisensi

Microsoft Windows 7 Profesional 250

Microsoft Office 2010 Profesional  250

Microsoft Windows Server 2008 Standar Edition 20

Microsoft Windows Server 2008 CAL 20

Tabel 3.4 Daftar Perangkat Lunak Aplikasi Perkantoran dan Jumlah Lisensinya

 

Untuk tahun 2012 ada penambahan aplikasi yaitu Microsoft SQL Server 2008

dengan jumlah lisensi yang sama yaitu 20.

Kesimpulan :

Untuk keseluruhan rancangan program terkait dengan kecukupan perangkat lunak di

tingkat pengguna sudah tercapai dengan baik. Kedepannya sebaiknya untuk aplikasi

yang berlicense bisa ditambah dengan aplikasi anti virus dan aplikasi2 lain yang

digunakan oleh Lab2 yang menggunakan PC Desktop sebagai perangkat

pelatihannya.

3.5 Sistem Informasi

Dalam Cetak Biru Perencanaan Pengembangan Teknologi Informatika dan

Komunikasi Stikes WCH2011 – 2016, rancangan program yang terkait dengan

sistem informasi difokuskan kepada pengaktian modul pengisian KRS mahasiswa

dan pengisian nilai dosen yang sudah dikembangkan sejak tahun 2008 dan berbasis

kepada aplikasi web base. Dan hasil yang dicapai bahwa sejak tahun akademik

2011/2010 semester Ganjil kedua modul tersebud sudah dapat digunakan secara

online.

Sejak tahun 2011, STIKES WCH mengembangkan beberapa sistem informasi

yang sebagian besar didanai dari dana hibah PHK Institusi. Seluruh sistem informasi

ini sudah terintegrasi tetapi belum secara realtime online dikarenakan masih

menggunakan database yang saling terpisah satu dengan lainnya. Integrasi disini

melalui konsep sikronisasi database. Keseluruh sistem informasi –sistem informasi

tersebut dikenal sebagai SIUS (Sistem Informasi STIKES WCH) atau SITEPUS (Sistem

Informasi Terpadu STIKES WCH). Jumlah modul yang tegabung dalam SITEPUS ada

sebanyak 15 modul yaitu

  • Modul Administrasi Akademik
  • Modul Administrasi Keuangan Mahasiswa
  • Modul Administrasi Keuangan Dosen • Modul Laporan Evaluasi Diri dan Statistik
  • Modul Absensi Kelas
  • Modul Evaluasi Diri (Laporan Akhir Semester EPSBED) (Transfer) • Modul Akuntansi Administrasi Keuangan Operasional

CETAK BIRU PERENCANAAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TAHUN 2016 – 2021

Halaman 25

  • Modul Penerimaan Mahasiswa Baru (http://admisi.Stikes WCH.ac.id) • Modul Pengelolaan Pelanggan (http://crm.Stikes WCH.ac.id)
  • Modul Kepegawaiaan (http://hris.Stikes WCH.ac.id)
  • Modul Penjaminan Mutu (http://qass.Stikes WCH.ac.id) • Modul Perpustakaan Digital (http://pustaka.Stikes WCH.ac.id)
  • Modul Tugas Akhir Digital (http://ta.Stikes WCH.ac.id)
  • Modul Jurnal Online (http://jurnal.Stikes WCH.ac.id) • Modul Stikes WCHnet (untuk layanan mahasiswa dan dosen)
  • (http://Stikes WCHnet.Stikes WCH.ac.id)
  • Modul Pasca Online (http://online.pasca.Stikes WCH.ac.id) • Modul Pengelolaan Aset Tetap dan Perlengkapan
  • (http://inv.Stikes WCH.ac.id)
  • Modul Pasca Online (http://online.pasca.Stikes WCH.ac.id) • Modul SMS Gateway (http://smsgateway.Stikes WCH.ac.id)
  • Modul Career Development Center (http://karir.Stikes WCH.ac.id)

Kelemahan utama dari SITEPUS adalah karena penggunaan database yang

beragam dan penggunakan cara sinkronisasi data untuk integrasi. Cara ini sering

menyebabkan kesalahan informasi akibat keterlambatan atau kesalahan pada

proses sinkronisasi.

Kesimpulan :

Cukup banyak modul sistem informasi yang terbangun pada implementasi Cetak

Biru Perencanaan TIK Tahun 2011 – 2016, tetapi masih terlihat bahwa seluruh

modul belum terintegrasi secara penuh dikarenakan masih menggunakan database

yang terpisah dan integrasinya melalui cara sinkronisasi, untuk kedepannya

sebaiknya direncanakan untuk redevelopment modul-modul dari SITEPUS untuk

menggunakan satu database dan terintegrasi secara penuh tanpa melalui proses

sinkronisasi.

3.6 Pelaksanaan FGD (Fokus Group Discussion) dengan pihak Pengguna

FGD dilakukan dengan mengunjungi unit-unit yang terdapat di struktur

organisasi STIKES WCH dengan hasil seperti yang terlihat pada Tabel 3.5 Hasil FGD

 

No Unit Hasil FGD

1 Direktorat

Administrasi

Akademik (Dir. AA)

  • Sebaiknya untuk modul pengisian KRS mahasiswa dan modul

pengisian nilai dengan modul2 lain pada SITEPUS terintegrasi

secara penuh dan tidak terpisah databasenya sehingga tidak perlu

lagi menggunakan cara sinkronisasi

  • Untuk proses-proses yang terkait dengan mahasiswa sebaiknya

disediakan fasilitas pada sistem informasi yang menggantikan

kunjungan ke loket pelayanan mahasiswa misalnya untuk

permohonan cuti, cetak kartu ujian, cetak informasi tagihan dls

sehingga mengurangi kunjungan mahasiswa ke loket pelayanan

mahasiswa. Loket pelayanan mahasiswa tetap disediakan tetapi

diarahkan untuk pemberian informasi

  • Proses akhir yang selama ini masih belum seluruh kegiatannya

masuk kedalam sistem informasi akibat tidak seragamnya kegiatan

proses akhir di tiap fakultas, dapat dimasukkan seluruh kegiatan ke

sistem informasi sehingga seluruh kegiatan proses akhir dapat

termonitor dengan baik

  • Dalam sistem informasi terdapat suatu modul yang disiapkan untuk

Dosen terkait dengan interaksi dengan mahasiswa diluar peserta

kuliah misalnya sebagai dosen pembimbing akademik atau dosen

pembimbing tugas akhir sehingga tidak perlu menggunakan laporan

atau form cetak

  • Dalam sistem informasi terdapat suatu modul yang disiapkan untuk

Ka.Jurusan/Ka.Program Studi sehingga informasi-informasi atau

kegiatan – kegiatan yang melibatkan Ka.Jurusan/Ka.Program Studi

dapat dilakukan secara online tanpa perlu dibuatkan laporan atau

form cetak misalnya spt proses penyetaraan matakuliah untuk

mahasiswa baru pindahan atau alih kredir, evaluasi pelaksanaan

perkuliahan per pertemuan, validasi naskah soal dls

  • Di sistem informasi sebaiknya juga ada modul untuk pimpinan

unicersitas dan fakultas untuk memantau atau memonitoring seluruh

kegiatan akademik secara realtime online tanpa perlu melalui

laporan tercetak

2 Direktorat • Untuk proses-proses yang terkait dengan mahasiswa sebaiknya

 

Keuangan  disediakan fasilitas pada sistem informasi yang menggantikan

kunjungan ke loket pelayanan mahasiswa misalnya untuk

mengetahui besaran biaya perkuliahan, permohonan angsuran,

pelaporan pembayaran dls sehingga mengurangi kunjungan

mahasiswa ke loket pelayanan mahasiswa. Loket pelayanan

mahasiswa tetap disediakan tetapi diarahkan untuk membantu

mahasiswa dalam melakukan pemberian informasi dan pembayaran

melalui sistem transfer dengan menggunakan mesin EDC.

  • Untuk modul Akuntansi Administrasi Keuangan Operasional yang

sudah cukup lama digunakan sejak tahun 1998 sebaiknya diganti

dan diarahkan terintegrasi secara penuh dengan modul administasi

keuangan mahasiswa dan administrasi keuangan dosen

  • Perubahan konsep perhitungan honor dosen yang terdapat pada

modul administrasi keuangan dosen untuk mengatasi perubahan

perubahan parameter-parameter perhitungan honor

  • Dikembangkan modul untuk anggaran sesuai dengan format yang

diberikan oleh yayasan dan dapat melibatkan seluruh unit.

3 Direktorat Simber

Daya Manusia dan

Infrastuktur (Dir.

SDMI)

Untuk SDM

  • Pelatihan lebih lanjut penggunaan hris.Stikes WCH.ac.id
  • Untuk modul penilaian sebaiknya disatukan dengan modul

kepegawaian

Tata Usaha

  • Penggunaan email secara masif menggantikan penggunaan surat

tercetak untuk kegiatan yang sifatnya komunikasi seperti undangan

rapat, permohonan, pemberitahuan, surat edaran dls

  • Pusat SK digital sehingga seluruh SK yang telah diterbitkan apabila

diperlukan mudah untuk dicari

  • Adanya sistem penomoran yang terhistori secara digital untuk surat

yang sifatnya resmi yang ditujukan ke pihak eksternal

Pengadaan Barang

  • Pada modul Pengelolaan Aset Tetap dan Perlengkapan

ditambahkan fasilitas untuk mengelola pengadaan barang yang

 

disesuaikan dengan peraturan terbaru dn ditambah beberapa

laporan seperti Rencana Pengadaan Barang Tahunan (turunan dari

ARB), Dokumen Pemesanan Barang,Laporan Pengadaan Barang,

Laporan Pemakaian Barang Habis Pakai, Laporan Kondisi Barang

Bergerak, Evaluasi Penawaran dan Penetapan Pemasok

  • Fasilitas pengadaan barang pada modul pengelolaan aset tetap dan

perlengkapan diintegrasikan dengan modul anggaran yang akan

dikembangkan sehingga anggaran untuk PBJ dapat dimonitor

dengan mudah

Infrastuktur

  • Dikembangkan aplikasi pengaduan sarana infrastuktur sehingga

mudah dilakukan monitoring terhadap pengaduan terkait dengan

sarana infrastuktur

  • Dalam modul pengelolaan aset tetap dan perlengkapan ditambah

dengan fasilitas untuk historical data service untuk tiap sarana

infrastuktur

4 Direktorat

Penerimaan Mhs

Baru (Dir.  PMB)

  • Dikembangkan modul pmb online untuk pendaftaran calon

mahasiswa yang tidak dapat datang ke kampus sebelum perkuliahan

dimulai yang dilengkapi dengan test online sampai dengan calon

mahasiswa menjadi mahasiswa kecuali mahasiswa pindahan atau

alih kredit yang harus bertatap muka dengan

Ka.Jurusan/Ka.Program Studi dalam melakukan wawancara

penyetaraan mata kuliah

  • Dikembangkan modul untuk penyetaraan nilai mahasiswa jalur

masuk pindahan atau alih kredit untuk mempermudah Ka.Jurusan /

Ka.Program Studi dalam melakukan penyetaraan mata kuliah

  • Dikembangkan modul untuk bagian pemasaran dan promosi untuk

dapat melakukan penelurusan terhadap calon mahasiswa sampai

jadi mahasiswa

  • Dikembangkan modul untuk bagian pemasaran dan promosi untuk

mendapatkan gambaran efektifitas hasil promosi yang dilakukan

misalnya kaitannya dengan kunjungan ke SMU dan jumlah calon

yang masuk, analisa hasil survei terkait dengan pengetahuan calon

terhadap Stikes WCH dls

5 Direktorat

Kemahasiswaan,

Pengembangan

Karakter, Alumni

Dan Carier

Development

Centre (Dir. KPKA

dan CDC)

  • Dikembangkan modul pengelolaan beasiswa yang berasal dari pihak

eksternal

  • Dikembangkan modul pengelolaan klinik sederhana
  • Website karir diganti yang lebih baik dan dapat diakses melalui

smartphone dan dilengkapi fasilitas tracer study sehingga

mempermudah direktorat dalam kegiatan tracer study

  • Dikembangkan modul ORMAWA dalam bentuk website sehingga

seluruh kegiatan ORMAWA dapat dimonitoring dengan mudah

  • Dikembangkan modul penilaian soft skill untuk kegiatan non

akademik yang menghasilkan transkrip non akademik

6 Lembaga Penelitian

Dan Pengabdian

Pada Masyarakat

(LPPM)

  • Dikembangkan fasilitas yang terintegrasi dengan modul akademik

untuk mendata penelitian dan pengabdian masyarakat yang

dilakukan oleh dosen

  • Dikembangkannya e-journal

7 Lembaga

Pengembangan

Pendidikan Dan

Pengajaran (LP3)

  • Dikembangkan modul pengelolaan kurikulum yang lebih baik dari

yang ada sekarang sehingga mudah untuk mendapatkan informasi

mengenai kurikulum secara lengkap dimulai dari pengusulan

kurikulum sampai kurikulum disetujui untuk dipakai

  • Dikembangkan lebih lanjut modul e-learning yang ada sehingga

dapat dilakukan  (lihat model e-learning Univ Bina Nusantara)

  • Pengembangan website pengelolaan pelatihan yang dilakukan oleh

LP3 (lihat contoh pada http://ppm

manajemen.ac.id/category/pengembangan-eksekutif/ )

8 Kantor Satuan

Pengawas Internal

(SPI)

  • Dikembangkan modul pengelolaan kegiatan Kantor Satuan

Pengawasan Internal (SPI)

9 UPT Perpustakaan • Penggunaan barcode atau QR code untuk bahan pustaka dan kartu

anggota

  • Dikembangkan modul untuk pengelolaan dokumen abstrak untuk

skripsi, thesis dan disertasi digital

  • Dikembangkan modul untuk pengelolaan ebook

10 Sekolah Pasca • Modul pasca sarjana yang saat ini masih terpisah dari modul

Sarjana akademik S1/D3 diintegrasikan secara penuh kecuali untuk proses

akhir yang memang berbeda dengan S1/D3

11 Fakultas 1. Dikembangkan modul untuk pimpinan Fakultas untuk dapat

memonitoring kegiatan-kegiatan mulai dari penerimaan mahasiswa

baru sampai kegiatan proses akhir dengan fasilitas dashboard yang

mudah dibaca dan dipahami oleh pimpinan Fakultas dan yang

berbasis pada teknologi webbase sebagai pengganti modul yang

saat ini berbasis client server

  1. Pelibatan Sekretariat Fakultas dalam kaitannya dengan SITEPUS

secara lebih jelas khususnya dengan kegiatan-kegiatan akademik

yang tidak terpusat seperti kegiatan proses akhir

  1. Dikembangkan modul khusus untuk Ka.Jurusan /Ka. Program Studi

yang terkait dengan kegiatan perkuliahan yang berbasis pada

teknologi webbase sebagai pengganti modul yang saat ini berbasis

client server

11 Rektorat 4. Dikembangkan modul untuk pimpinan Rektorat (Rektor dan Wakil

Rektor) dan pada Direktur untuk dapat memonitoring kegiatan

kegiatan mulai dari penerimaan mahasiswa baru sampai kegiatan

proses akhir dengan fasilitas dashboard yang mudah dibaca dan

dipahami dan yang berbasis pada teknologi webbase sebagai

pengganti modul yang saat ini berbasis client server

Kesimpulan :

Apabila dilihat seluruh hasil FGD terbanyak adalah pengembang sistem informasi,

sehingga perlu disusun prioritas untuk dapat dikembangkan pada  Cetak Biru

Perencanaan TIK Tahun 2016 – 2021.

3.7 Pengembangan Kampus Cimanggis

Berdasarkan informasi dalam RIP 2016 – 2021, kegiatan besar yang akan

dilakukan STIKES WCH adalah membangun kampus baru  di daerah Cimanggis. Kampus

Cimanggis dirancang untuk dapat menampung ± 10.000 mahasiswa dan dilengkapi

dengan rumah sakit untuk Fakultas Kedokteran. Direncanakan Kampus Cimanggis

akan memiliki sarana dan prasarna yang cukup lengkap termasuk  fasilitas TIK

lengkap yang tersedia untuk seluruh keperluan kampus dan akan direncanakan dari

awal.

 

 

Bab 4 Rancangan Program Penerapan TIK 2016-2021

Dari hasil survei evaluasi terhadap kondisi implementasi TIK di STIKES WCH pada

Bab 3 maka pada bab ini dapat disusun rancangan program-progam apa saja untuk

memperbaiki temuan-temuan dari hasil survei tersebut.  Rancangan program

tersebut dikelompok kedalam 3 (tiga) kelompok yaitu :

  1. Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK
  2. Infrastuktur Jaringan Komputer
  3. Sistem Informasi
  4. Sarana dan Prasana Kampus Cimanggis

4.1 Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola TIK

Sebagai keberlanjutan dari rancangan program untuk  sumber daya manusia

pengelola TIK pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2011 –

2016 yang belum terlaksana, maka rancangan program untuk Cetak Biru

Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2016 – 2021 diarahkan untuk meneruskan

rancangan program  yang berlum terlaksana yaitu

  1. Melakukan regenerasi SDM pengelola TIK dengan melakukan pengrekrutan

tenaga baru sebanyak 2 (dua) orang untuk bidang help desk dan programmer

  1. Melakukan penyegaran SDM pengelola TIK dengan mengikutsertakan pengelola

SDM TIK STIKES WCH pada pelatihan-pelatihan TIK di luar kampus

  1. Melakukan mutasi SDM pengelola TIK

4.2 Infrastruktur Jaringan Komputer

Apabila dilihat dari evaluasi infrastuktur jaringan komputer keseluruhan

rancangan program dari Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2019 –

2016 sudah terlaksana, sehingga untuk rancangan program untuk Cetak Biru

Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2016 – 2021 diarahkan untuk

meningkatkan kemampuan daya dukung infrastuktur jaringan komputer yang

difokuskan kepada penurunan resiko downtime dan kehilangan data. Untuk itu

rancangan program yang disusun adalah sbb :

  1. Membangun server-server backup dengan konsep Fail Over dan High Availibilty

dengan berbasis pada konsep virtualisasi

  1. Membangun backup server yang berbasis pada teknologi Network Access Server

dengan menyediakan cloud storage untuk tiap-tiap pengguna sehingga

pengguna dapat melakukan backup data-data yang dianggap penting pada cloud

storage

  1. Mengusulkan pengadaan Generator khusus Ruangan Data Center yang terpisah

dari Generator Gedung

  1. Melakukan perubahan topologi kelistrikan sehingga kelistikan data center

terpisah dengan kelistikan gedung dan disesuaikan dengan penggunaan

Generator khusus ruangan Data Center

4.3 Sistem Informasi

Sesuai dengan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang terkait dengan

sistem informasi  pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2019 –

2016 yang sebagian besar adalah pengembangan sistem informasi maka rancangan

program yang disusun untuk untuk Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK

Tahun 2016 – 2021 diarahkan untuk pengembangan sistem informasi.

Pengembangan Sistem Informasi didasarkan pada 2 (dua) hal yaitu :

Kondisi sistem informasi yang digunakan saat ini yaitu SIUS atau SITEPUS yang

memiliki 15 (lima belas) modul dan belum terintegrasi secara penuh

Hasil dari Focus Group Discussion (FGD) dimana sebagian besar adalah

pengembangan sistem informasi

Dari 2 (dua) hal tersebut maka dapat dibuat suatu pemodelan layer dari SIUS

atau SITEPUS versi 2.0 yang dapat dilihat pada Gambar 4.1 Layer Penyusun SIUS

versi 2.0 dan pemodelan modul-modul lengkap yang terdpaat pada SIUS 2.0 yang

dapat dilihat pada Gambar 4.2 Modul dari SIUS 2.0

 

Diagram 4.1 Layer Penyusun SIUS versi 2.0

 

 

Diagram 4.2 Modul dari SIUS 2.0

SIUS 2.0

Sub Sistem Informasi Kepegawaian

Modul Administrasi Kepagawaian

Modul Administrasi Tenaga Pengajar ( Dosen )

Modul Evaluasi dan Kinerja

Modul Manajemen Presensi

Sub Sistem Administrasi Akademik

Modul Penerimaan Mahasiswa Baru

Modul Manajemen Registrasi

Modul Penjadwalan Kuliah dan Ujian

Modul Manajemen Perkuliahan

Modul Evaluasi Perkuliahan

Modul Proses Akhir

Modul Virtual Class / E-LEarning

Modul Laporan EPSBED dan PDPT

Modul Budgeting atau Penganggaran

Modul Perbendaharaan

Modul Akuntansi

Modul Adm Keuangan Mahasiswa

Modul Administrasi Keuangan Dosen

Modul Online Banking System

Sub Sistem Pengelolaan Aset Tetap dan Perlengkapan

Modul Pengadaan

Modul Man Perlengkapan

Modul Pencatatan dan Pemeliharaan Aset Tetap

Sub Sistem Executive Information System

Modul E-Office

Modul Digital Library (TA)

Modul Rektorat dan Dekanat

Sub Sistem Penjaminan Mutu

Modul Dokumentasi SOP dan WT

Sub Sistem Perpustakaan

Modul Adm Perpustakan

Modul Adm Pelatihan LPPM

Modul Adm Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Modul Pengelolaan Audit

Modul Penggajian

Sub SI Kemahasiswaan Modul Adm Keg Mahasiswa

Modul Adm Beasiswa Mhs

Modul Alumni

Modul Career Dev Center (CDC)

Sub Sistem Administrasi Keuangan

Sub Sistem LPPM

Modul Pengelolaan ebook

Modul Program Studi

Modul Pengelolaan Jurnal

Sub Sistem Kantor Satuan Pengawas Internal

Modul Pengelolaan Audit

Modul Pelaporan Hasil Audit

Sub Sistem LP3

Modul Pengelolaan Pelatihan LPPM

Modul Pengelolaan Kurikulum

Modul Pengelolaan Pelatihan LP3

Sedangkan untuk rancangan program pengembangan sistem informasi pada

Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun 2016 – 2021 dengan

mempertimbangkan skala prioritas dan dari 2 (dua) hal diatas maka modul yang

dikembangkan adalah melakukan redesign seluruh modul yang terdapat pada SIUS

atau SITEPUS yang lama. Modul yang di redesign ada 15 (lima belas) modul yaitu

menjadi 11 (sebelas) Sub Sistem Informasi yaitu

  1. Sub Sistem Administrasi Akademik dengan modul-modul
  • Modul Penerimaan Mahasiswa Baru • Modul Manajemen Registrasi
  • Modul Penjadwalan Kuliah dan Ujian
  • Modul Manajemen Perkuliahan • Modul Evaluasi Perkulihanan
  • Modul Proses Akhir
  • Modul Elearning/Virtual Class • Modul EPSBED
  1. Sub Sistem Administrasi Keuangan dengan modul-modul :
  • Modul Budgeting atau Penganggaran
  • Modul Perbendaharaan
  • Modul Akuntansi • Modul Administrasi Keuangan Mahasiswa
  • Modul Administrasi Keuangan Dosen • Modul Online Banking (Host-to-Host)1
  1. Sub Sitem Kepegawaian dengan modul-modul :
  • Modul Administrasi Kepegawaian • Modul Administrasi Dosen
  • Modul Evaluasi Kinerja
  • Modul Penggajian

1 Dikembangkan apabila terjadi kesepatan dengan pihak bank untuk melakukan online banking (host-to-host)

  1. Sub Sistem Kemahasiswaan dengan modul-modul:
  • Modul Administrasi Kegiatan Kemahasiswaan
  • Modul Administrasi Beasiswa Eksternal Mahasiswa
  • Modul Alumni • Modul Career Development Center (CDC)
  1. Sub Sistem Informasi Pengelolaan Aset Tetap dan Perlengkapan dengan modul

modul :

  • Modul Pengadaan
  • Modul Manajemen Perlengkapan • Modul Pencatatan dan Pemeliharaan Aset Tetap
  1. Sub Sistem Executive Information System dengan modul-modul :
  • Modul E-Office
  • Modul Rektorat dan Dekanat
  • Modul Program Studi
  1. Sub Sistem Perpustakaan dengan modul-modul :
  • Modul Adm Perpustakaan • Modul Digital Library (TA)
  • Modul Pengelolaan Ebook
  1. Sub Sistem LPPM dengan modul-modul :
  • Modul Adm Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
  • Modul Adm Pelatihan LPPM • Modul Pengelolaan Jurnal
  • Modul Pengelolaan Pelatihan LPPM
  1. Sub Sistem Penjaminan Mutu dengan modul-modul
  • Modul Dokumentasi SOP dan WT
  • Modul Pengelolaan Audit
  1. Sub Sistem Satuan Pengawas Internal dengan modul-modul
  • Modul Pengelolaan Audit
  • Modul Pelaporan Audit
  1. Sub Sistem LP3 dengan modul-modul
  • Modul Pengelolaan Kurikulum • Modul Pengelolaan Pelatihan LP3

4.4 Sarana dan Prasana Kampus Cimanggis

Untuk rancangan program pada Cetak Biru Perencanaan Pengembangan TIK Tahun

2016 – 2021 yang terkait dengan rencana penyediaan sarana dan prasarana TIK

untuk Kampus Cimanggis tidak dapat diberikan secara detail dikarenakan belum

tersedinya secara detail Cetak Biru Pengembangan Kampus Cimanggis tetapi dalam

melakukan penyediaan sarana dan prasarana untuk Kampus Cimanggis dilakukan

dengan penerapan standar sbb :

  1. Untuk Infrastuktur Jaringan Komputer
  • Seluruh ruang perkuliahan akan disediakan sarana akses Internet dengan

berbasis pada teknologi Enterprise AP

  • Seluruh ruang perkuliahan menggunakan LCD Projector yang dilengkapi

dengan perangkat wireless presentasion dimana pengguna cukup

menggunakan wireless untuk akses LCD Projector dan tetap dapat

menggunakan Internet

  • Setiap ruangan perkuliahan dilengkapi dengan CCTV berbasis IP Base
  • Setiap lantai memiliki sarana Papan Informasi Digital (PID)
  • Seluruh ruangan sekretariat dan administrasi dilengkapi dengan sarana akses

Internet dengan berbasis pada teknologi Enterprise AP

  • Untuk perangkat keras yang digunakan untuk kegiatan administrasi harus

menggunakan jaringan kabel bukan jaringan wireless

  • Seluruh switch yang digunakan pada jaringan komputer adalah managable

switch

  • Distribution switch minimal memiliki 2 SPF port untuk sambungan kabel fiber

optic (untuk link utama dan backup)

  • Seluruh port pada Core switch menggunakan port SPF untuk sambungan

kabel fiber optic

 

 

Bab 5 Penutup

Diharapkan dengan adanya Cetak Biru Pengembangan Teknologi Informasi

dan Komunikasi Tahun 2016 – 2021 sebagai keberlanjutan dari Cetak Biru

Perencanaan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2011 –

2016, dapat menciptakan pola impelementasi TIK yang berkelanjutan dan

membantu memberikan panduan bagi Pimpinan Stikes Widya Cipta Husada dalam

menyusun strategi penerapan dan pemanfaatan TIK di lingkungan Stikes WCH

Jakarta sehingga dapat memberikan manfaat yang tepat kepada seluruh civitas akademica Stikes Widya Cipta Husada .