“BAHAYA KEK (KEKURANGAN ENERGI KRONIS) BAGI WANITA USIA SUBUR”

     Masa remaja merupakan masa pertumbuhan yang penting bagi seseorang sebagai jembatan untuk menuju dewasa. Wanita usia subur (WUS) yang berusia remaja termasuk dalam masa pra konsepsi dan rawan untuk beresiko mengalami masalah kesehatan. Remaja wanita yang menikah di usia dini juga menjadi rentan mengalami masalah kesehatan, baik itu masalah kesehatan reproduksi maupun masalah asupan gizinya yang akan berdampak pada status KEK (Kekurangan Energi Kronik) yang dimiliki. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kekurangan energi kronik (KEK) pada WUS, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Wanita usia subur (WUS) merupakan wanita yang terdapat pada rentang umur dimana pada usia ini organ reproduksi wanita sudah matang dan sudah berfungsi dengan baik yaitu dengan rentang usia 15-49 tahun termasuk ibu hamil/nifas, calon pengantin, remaja putri, pekerja wanita dan WUS tidak hamil.

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang masih harus dihadapi di Indonesia yang sering terjadi pada wanita usia subur (WUS). KEK adalah suatu keadaan dimana seorang individu mengalami kurangnya asupan zat gizi terutama energi yang dapat di akibatkan oleh penyebab langsung (asupan makan) dan penyebab tidak langsung (umur, pendidikan, pekerjaan). Menurut Depkes RI (1994) pengukuran yang tepat untuk mengetahui kelompok risiko KEK adalah dengan dilakukannnya pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan nilai normal 23,5 cm.

Kekurangan energi kronik pada WUS sedang menjadi fokus pemerintah dan tenaga kesehatan sekarang ini. Hal ini dikarenakan seorang WUS yang KEK memiliki risiko tinggi untuk melahirkan anak yang akan menderita KEK dikemudian hari dan juga bisa menyebabkan berat badan bayi lahir rendah (BBLR) sehingga bisa meningkatkan angka gizi buruk di Indonesia. Selain itu, kekurangan gizi menimbulkan masalah kesehatan (morbiditas, mortalitas dan disabilitas), juga menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam skala yang lebih luas, kekurangan gizi dapat menjadi ancaman bagi ketahanan dan kelangsungan hidup suatu bangsa.

Kurang energi kronis pada masa usia subur khususnya masa persiapan kehamilan maupun saat kehamilan dapat berakibat pada ibu maupun janin yang dikandungnya. Terhadap persalinan pengaruhnya dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya dan pendarahan. Serta terhadap janin pengaruhnya dapat menimbulkan keguguran/abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, dan bayi berat lahir rendah.

Faktor–faktor yang mempengaruhi KEK pada WUS terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal (individu/keluarga) yaitu genetik, obstetrik, seks. Sedangkan faktor eksternal adalah gizi, obat–obatan, lingkungan dan penyakit.

Berdasarkan hasil penelitian Dwi Aprilianti dan Jonni Syah R. Purba (2018), WUS yang memiliki asupan energi defisit cenderung memiliki risiko KEK yang tinggi (29,0 %), sedangkan WUS yang asupan energi tidak defisit cenderung tidak berisiko KEK (94,9 %). Dari hasil penelitian tersebut, bisa dikatakan bahwa asupan makan atau asupan zat gizi yang cukup sangat berpengaruh terhadap kejadian KEK (Kekurangan Energi Kronik). Kebiasan makan setiap orang berbeda-beda, namun jika dari kebiasan makan yang salah dan tidak terpenuhi asupan makanan yang cukup gizi pada remaja maka cenderung akan kekurangan zat gizi tertentu yang bisa menyebabkan status gizi underweight dan menyebabkan Kurang Energi Kronis (KEK).

Wanita usia subur yang memiliki pekerjaan diluar rumah atau remaja putri yang memiliki kegiatan yang aktif agar lebih memperhatikan kesehatan dan asupan makan agar kebutuhan gizi tetap bisa tercapai dan membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi tinggi serta tetap lebih memperhatikan berat badan dan tinggi badan untuk menjaga agar tidak terjadi obesitas atau KEK.

Sumber :

Meriska Cesia Putri, 2017. Hubungan Asupan Makan dengan Kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Bandar Lampung.

https://adoc.pub/download/hubungan-asupan-makan-dengan-kejadian-kurang-energi-kronis-k.html

Dwi Aprilianti, Jonni Syah R. Purba, 2018. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Asupan Energi Dan Protein Terhadap Risiko Kurang Energi Kronik (Kek) Pada Wanita Usia Subur Di Desa Hibun Kabupaten Sanggau. Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Indonesia. Pontianak Nutrition Journal (Pnj) – Vol. 01 No. 01 Tahun 2018.

http://ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/PNJ/article/download/283/186

Yeni Paramata  dan Marselia Sandalayuk, 2019. Kurang Energi Kronis pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kecamatan Limboto,Kabupaten Gorontalo. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo. Gorontalo Journal of Public Health. Vol 2 (1) April 2019.

http://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/download/390/330

PROFIL

Nama                           : Ratnani Choirunisa, Amd.Gz

Tempat/Tanggal lahir  : Malang, 04 Agustus 1994

Email                           : [email protected]

No.HP                         : 082245477602

Alamat                        : Jalan Semeru No.42 Gondorejo Singosari, Kabupaten Malang

Status                          : Mahasiswa S1 Gizi Stikes WCH Kepanjen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.