Bahaya Free Sex dan Narkoba, Dibahas Tuntas di STIKES WCH Kepanjen

Bahaya free sex dan narkoba dibahas tuntas di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada (STIKES WCH) Kepanjen, Senin (19/09/2016).

Kuliah Umum yang mengusung tema Bahaya Free Sex dan Narkoba dengan Narasumber dr. Puguh Santoso, Sp. KK dari RS. Soepraoen Malang ini digelar di Gedung Barunya yang beralamat di Jl. Sidotopo No. 11, Kepanjen Kabupaten Malang.
Kegiatan yang dihadiri oleh 307 peserta dari mahasiswa angkatan 1 dan 2 ini menjadi relevan dengan kondisi yang ditimbulkan dari free sex dan narkoba di kalangan muda, khususnya mahasiswa.

“Free sex dan narkoba masih relevan untuk kita bahas, efek destruktifnya sangat merugikan hidup dan kehidupan. Selain itu adalah perbuatannya hewan, bukan manusia yang dikarunai akal dan hati,” kata Tayubi Hariyanto, Ketua STIKES WCH Kepanjen dalam pembukaan acara.

Tayubi Hariyanto juga mencontohkan efek destruktif free sex dan narkoba dalam bidang mencari pekerjaan.

“Penilaian pemberi kerja itu didasarkan pada 40% perilaku baik dan benar. Sisanya soft-skill, net working, dan lainnya. Artinya, kalau sudah kena free sex dan narkoba, maka dipastikan perilakunya itu menyimpang,” lanjutnya.

Ia pun memberikan arahan bagi mahasiswa STIKES untuk ikut serta dalam rangka mencegah dan memberantas pergerakan free sex dan narkoba di kalangan kampus maupun masyarakat luas.

“Sumbangkan ilmu yang diterima dari STIKES dalam membantu program nasional berantas narkoba dan hindari free sex. Landasi dengan keimanan sebagai pemeluk agama yang shaleh,” pesan Ketua STIKES WCH Kepanjen ini.

Dalam inti acara, Puguh Santoso, sebagai narasumber menyatakan bahwa generasi muda atau orang di usia produktif adalah korban terbanyak dari adanya perilaku free sex dan narkoba.

“Setiap hari orang mati kena narkoba sebanyak 50 jiwa dan rata-rata di usia produktif. 22% nya adalah kalangan mahasiswa,” tuturnya sambil melanjutkan bahwa ada hubungan erat antara free sex dan narkoba.
“Dua perilaku menyimpang ini saling berkaitan satu dengan lainnya. Orang yang melakukan free sex biasanya juga mempergunakan narkoba dalam jenis apapun,” kata Letkol CKM yang pernah bertugas di Jayapura ini.
Puguh Santoso juga secara rinci menerangkan berbagai bentuk narkoba dan obat-obat psikotropika lainnya dengan menyampaikan gejala dan akibatnya.

“Intinya, siapapun yang mempraktekkan free sex dan narkoba selain sanksi hukum menunggu, masa depan suram, kematian juga akan selalu mengintai setiap saat,” ujarnya.
Selain hal tersebut, dalam Kuliah Umum yang bekerjasama dengan PT. Generali, Rabani, Maestro dan JATIMTIMES ini, Puguh juga memberikan tips untuk menghindari free sex dan Narkoba.

“Jangan sesekali mencoba free sex dan narkoba, hindari lingkungannya, terapkan nilai-nilai agama, nikmati kehangatan lingkungan keluarga,” katanya sambil menyerukan “Hidup Cerdas tanpa Narkoba,” yang di sahut bersamaan oleh seluruh peserta.(*)

 

Courtesy : MALANG Times
Link : http://www.malangtimes.com/baca/14418/20160919/133401/bahaya-free-sex-dan-narkoba-dibahas-tuntas-di-stikes-wch-kepanjen/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *