Alhamdulillah… Penelitian Dosen Bersama Mahasiswa Prodi Gizi STIKes Widya Cipta Husada Hasilkan Inovasi Snackbar dan Jadi Bahan Kajian Nasional

KEPANJEN–Kabar gembira untuk civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Cipta Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Salah satu penelitian salah seorang dosen yang melibatkan mahasiswi STIKes Widya Cipta Husada menjadi perbincangan di dunia akademik. Bahkan, hasil kerja ilmiahnya juga masuk peringkat 3 dalam Science and Technology Index (SINTA), salah satu portal resmi milik Kemenristekdikti yang dapat mengukur kinerja Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi (IPTEK), antara lain kinerja peneliti, jurnal, institusi IPTEK, dan penulis jurnal.

Penelitian tersebut merupakan kajian ilmiah yang dimotori oleh Dr. Yahmi Ira Setyaningrum, S.TP., M.Si dan Nanik Hamidah, S.Gz., M.Gizi., pada tahun 2019 lalu. Penelitian yang melibatkan Merry Dwi Ningtyas, mahasiswa Prodi S1 Ilmu Gizi, tersebut menghasilkan inovasi Snackbar berbahan baku kedelai dan apel.

Menurut Merry, sapaan akrab mahasiswi asli arek Malang yang terlibat langsung dalam penelitian, latar belakang penelitian tersebut berdasarkan kemirisannya pada sejumlah hasil produksi import. Padahal, sebenarnya di Indonesia juga memiliki potensi untuk mengembangkan produk hasil bumi masyarakat lokal.

“Seperti apel, di Malang ini menjadi salah satu surganya yang bisa dikatakan cukup banyak dihasilkan dari tangan para petani” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjeaskan bahwa perpaduan kedelai dengan apel ini juga sangat berpotensi untuk dikomersilkan dan bisa dipatenkan.

Menanggapi hal itu, Choirun Nissa, S.Gz., M.Biomed., Kaprodi S1 Gizi, menyatakan penelitian seperti ini patut diapresiasi dengan baik. Sebab, selain dapat mengurangi produksi import, juga dapat membantu menyejahterahkan petani lokal dan turut membanggakan bisnis hasil bumi para petani.

Tak kalah penting lagi, lanjut Nissa, mengabarkan bahwa hasil penelitian ini juga telah masuk di Jurnal Aceh Nutrition (AcTion), milik Poltekes Kemenkes Aceh.

“Ada satu kebanggaan tersendiri jika hasil penelitian ini dapat dikembangkan dan dikaji ulang sebagai kajian akademik” tuturnya. [*]

Pewarta: M. Roihan Rikza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *