2 Perusahan Asal Jepang dan Taiwan ‘Lamar’ STIKes WCH

 

MALANG—Bak pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Belum genap satu usaha yang telah disepakati, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada (STIKes WCH) mendapat tawaran kerjasama lagi.

Tidak tanggung-tanggung, dua perwakilan dari Jepang dan Taiwan pada Rabu, (23/10/2019) siang, mengunjungi kampus kesehatan berwawasan global tersebut. Dari Jepang yang diwakili oleh Tanaka Tatsumi, Direksi PT. Sawayaka Fujindo Indonesia, disambut langsung oleh Ketua STIKes WCH, Dr. Tayubi Hariyanto, SE., MM., MBA., beserta 4 wakilnya.

Ditemui di ruang khusus Ketua STIKes WCH, Tanaka menyampaikan tujuannya untuk mengajak kerjasama Program Mahasiswa Magang (Internship) Caregiver di Jepang. Tidak hanya itu, Tanaka juga mengharap kerjasama tidak sebatas pada program mahasiswa magang, lebih jauh lagi membahas tentang pengiriman tenaga kerja dari STIKes WCH untuk Jepang.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I, Yuyud Wahyudi, menyampaikan bahwa untuk kerjasama program magang bagi mahasiswa STIKes WCH, sangatlah didukung. Hanya saja, ungkap Yuyud, perlu adanya pembahasan yang lebih detail mengenai tujuan, peraturan, bahkan pembuatan kurikulum yang sekiranya tidak berbenturan dengan tata kelola STIKes WCH.

“Jika memang diperlukan, kami akan membentuk tim yang dikhususkan membahas program ini, dan tentu dari pihak perwakilan jepang juga dapat dihadirkan agar sama-sama merumuskan apa yang nantinya akan disepakati” jelas Yuyud.

Sementara itu, ditempat terpisah lantai 1 ruang teleconfrence, seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) STIKes WCH dan beberapa dosen, mengikuti presentasi alat kesehatan yang didatangkan dari Taiwan. Dalam hal ini, CEO PT. Xiandai Internasional Co. Ltd. Taiwan Mr. Fred, medampingi Dr. Chen Ph.D, untuk mempresentasikan alat kesehatan digital tersebut.

Bagi Mr. Fred, alat kesehatan yang ia bawa ke STIKes WCH, merupakan alat kesehatan yang multifungsi dan sangat efektif jika nantinya dapat dioprasikan di laboratorium STIKes WCH.

Menurut Mr. Fred, alat kesehatan buatan PT. Xiandai Internasional Co. Ltd, ini sudah diperkenalkan pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya di Universitas Trisakti, Jakarta. Ia pun berharap, dapat melakukan kersajasama bantuan alat kesehatan tersebut bersama STIKes WCH.

Sementara itu, Dr. Chen, melalui presentasi yang sekaligus mempraktikkan di hadapan Kaprodi dan beberapa dosen STIKes WCH, menjelaskan efektivitas alat kesehatan itu. Baginya, alat kesehatan yang serupa mesin printer tersebut mampu mendeteksi berbagai macam cairan untuk kemudian dapat diketahui hasil validnya.

“Alat ini dapat mengetahui kadar air, cek darah, urin, dan bebagai zat kimia cair” terangnya.
Pewarta: Roihan Rikza

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *